Selasa, 01 November 2011

Rencana Kerja Pembangunan Gedung

RENCANA KERJA DAN SYARAT - SYARAT UMUM


I.1. KETERANGAN UMUM

Nama Pekerjaan

Lokasi Proyek

Pemberi Tugas

Konsultan Perencana

Konsultan Pengawas

I.2. LINGKUP PEKERJAAN

Lingkup pekerjaan yang harus ditangani oleh kontraktor dalam proyek ini adalah pekerjaan :

Untuk pekerjaan tersebut di atas meliputi pekerjaan persiapan, pengadaan dan pelaksanaan konstruksi fisik maupun renovasi terdiri dari pekerjaan standar dan non-standar serta uji coba terhadap hasil kerja untuk dapat digunakan sesuai dengan persyaratan teknis dan administrasi yang ada.
untuk itu kepada kontraktor diwajibkan melaporkan dan mengkonsultasikan terlebih dahulu hal - hal yang kurang jelas kepada Pemberi Tugas dan Konsultan Perencana serta Konsultan Manajemen Konstruksi sebelum melakasanakan item - item pekerjaan yang terkait dengan perencanaan yang ada dan realisasi kondisi lapangan.
Penjelasan pekerjaan yang tercantum dalam gambar dan spesifikasi hanya merupakan garis besar dan harus dibaca dalam kaitannya dengan dokumen lain seperti Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS) serta Rencana Anggaran Biaya (RAB) sebagai satu kesatuan untuk memperoleh kriteria secara lebih detail. Lingkup pekerjaan yang dimuat dalam teks spesifikasi tidak selalu tercantum dalam kontrak tetapi mungkin terdapat langsung timbul pada waktu pelaksanaan pekerjaan.
Untuk hal-hal tersebut di atas dan hal lainnya yang terkait, dianggap Kontraktor sudah mengetahui dan menghitung pekerjaan serta resiko tersebut di dalam penawarannya, mengingat kontrak merupakan biaya tetap dan pasti (Lumpsum fixed price).

1.3. ISTILAH - ISTILAH DAN DEFINISI

a. Proyek/ Pekerjaan
Yang dimaksud dengan proyek/ pekerjaan adalah perintah atau permintaan (tertulis) dari Pemberi Tugas kepada Kontraktor untuk mengerjakan tugas pelaksanaan Pembangunan tersebut di atas.

b. Lahan
Adalah tempat/ daerah/ lokasi di mana proyek atau pekerjaan akan dilaksanakan yang merupakan bagian dari keseluruhan lahan yang ada.

c. Konsultan Perencana
Konsultan Perencana adalah Perusahaan Konsultan yang berfungsi membantu Pemberi Tugas dalam pengadaan Dokumen Pelaksanaan. Konsultan Perencana bertugas mengendalikan dan mengevaluasi hasil perencanaan, mengkoordinasi dan mengendalikan Kontraktor dalam program pencapaian konstruksi. Konsultan Perencana bisa juga berarti perusahaan yang bersangkutan atau wakilnya.

d. Konsultan Manajemen Konstruksi

Konsultan Manajemen Konstruksi adalah perusahaan yang memenuhi persyaratan yang ditetapkan untuk melaksanakan tugas - tugas konsultasi dalam bidang jasa manajemen konstruksi, dan dalam pekerjaan ini bertanggung jawab secara kontraktual kepada Pemberi Tugas. Konsultan Manajemen Konstruksi mulai bertugas sejak Surat Perintah Kerja Manajemen Konstruksi sampai dengan penyerahan kedua pekerjaan oleh Kontraktor.

e. Kontraktor
Kontraktor adalah perusahaan yang memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan untuk melaksanakan pekerjaan pemborongan dan mengikatkan diri kepada Pemberi Tugas melalui Surat Perjanjian Pekerjaan Pemborongan antara Pemberi Tugas dan Perusahaan yang bersangkutan.

f. Subkontraktor
Subkontraktor adalah perusahaan yang mengadakan hubungan langsung dengan Kontraktor atau untuk menyelenggarakan sebagian pekerjaan yang mana saja di tempat pekerjaan, dan mendapat rekomendasi atau persetujuan tertulis dari Konsultan Manajemen Konstruksi.

g. Addendum
Adalah semua penjelasan, perubahan serta perbaikan atas apa yang tercantum dalam Dokumen Kontrak, yang diperintahkan secara tertulis oleh Pemberi Tugas sebelum atau selama pelaksanaan pekerjaan berlangsung.

h. Dokumen Perjanjian Pemborongan
Adalah semua berkas - berkas pelaksanaan yang meliputi:

1 Gambar - gambar Pelaksanaan.
2 Rencana Kerja dan Syarat-syarat Pekerjaan.
3 Surat Penawaran beserta perincian dan lampiran-lampirannya.
4 Surat Perjanjian Pekerjaan Pemborongan beserta addendumnya (bila ada).
5 Addendum.

i. Penyerahan Pertama
Adalah penyerahan pekerjaan untuk pertama kali oleh Kontraktor kepada Pemberi Tugas, setelah seluruh pekerjaan yang tercantum dalam kontrak diselesaikan Kontraktor dan disetujui oleh Konsultan Manajemen Konstruksi yang dinyatakan dalam Berita Acara Serah Terima Pertama Pekerjaan.

j. Penyerahan Kedua
Adalah penyerahan pekerjaan untuk kedua kali yang dilaksanakan oleh Kontraktor kepada Pemberi Tugas, setelah Masa Pemeliharaan berakhir, dan setelah seluruh cacat lain yang ditunjuk oleh Konsultan Manajemen Konstruksi selama Masa Pemeliharaan telah diperbaiki oleh Kontraktor dengan persetujuan Konsultan Manajemen Konstruksi yang dinyatakan dalam Berita Acara Serah Terima Kedua Pekerjaan.

k. Persetujuan (Approval)
Persetujuan harus merupakan persetujuan tertulis dari Perencana. Kecuali bila tertulis lain, persetujuan dibatasi pada tampilan pekerjaan, material, dan komponen yang terkait dan harus sesuai dengan spesifikasi yang telah dikeluarkan.

l. Kantor Proyek/ Direksi Kit
Kantor yang berada dilokasi (site) yang dipergunakan sebagai tempat kerja administrasi dan teknis bagi Konsultan Manajemen Konstruksi, Konsultan Perencana dan pihak lain yang ditunjuk oleh Pemberi Tugas sebagai perwakilan dari Pemberi Tugas selama pekerjaan pelaksanaan berlangsung di lapangan. Bangunana bersifat sementara dan dilengkapi dengan fasilitasi sarana penunjangnya, yang setelah pekerjaan selesai bangunan dibongkar oleh Kontraktor dan diserahkan kepada Pemberi Tugas.

m. Sesuai Spesifikasi
Pekerjaan yang dimaksud dijelaskan pada bagian lain Dokumen Kontrak, pada gambar kerja atau pada Bill of Quantity sehingga tidak perlu tercantum pada spesifikasi.

n. Kontrak Lumpsum
Kontrak pengadaan seluruh pekerjaan dalam batas waktu tertentu dengan jumlah harga total penawaran yang pasti dan tetap. Dengan demikian semua resiko yang mungkin terjadi dalam proses penyelesaian pekerjaan sepenuhnya ditanggung oleh Kontraktor. Daftar volume dan harga bersifat tidak mengikat dalam kontrak dan tidak dapat dijadikan dasar perhitungan untuk melakukan pembayaran, tahap pembayaran dilakukan berdasarkan prestasi kerja yang kriterianya ditetapkan dalam kontrak.

I.4. PERATURAN - PERATURAN YANG BERKAITAN DENGAN PELAKSANAAN PEKERJAAN

Untuk melaksanakan pekerjaan ini diharuskan menggunakan ketentuan - ketentuan yang tercantum di dalam dokumen tersebut di bawah ini ( dan telah disiapkan dalam persyaratan pelaksanaan).

1 Uraian dan syarat - syarat.
2 Gambar - gambar rencana pelaksanaan, serta spesifikasi teknis yang dikeluarkan oleh Konsultan Perencana.
3 Peraturan - peraturan khusus antara lain, yaitu :
a. Standar Industri Indonesia (SII)
b. Peraturan - peraturan Umum (Algemene Voorwarden) disingkat A.V. 41.
c. Peraturan Beton Indonesia PBI-NI-2/1971
d. Peraturan Konstruksi Kayu Indonesia disingkat PKK-NI-5/1961
e. Peraturan Direktorat Jenderal Perawatan Departemen Tenaga Kerja tentang penggunaan tenaga, Keselamatan, dan Kesehatan Kerja.
f. Persyaratan Umum dari Dewan Teknik Pembangunan Indonesia disingkat DTPI 1969.
g. Pedoman Tata- cara penyelenggaraan pembangunan Bangunan Gedung Negara Oleh Departemen Pekerjaan Umum.
h. Peraturan Pembebanan Indonesia untuk Gedung 1983.
i. American Society for Testing Materials (ASTM)
j. Peraturan Umum Bangunan Indonesia disingkat PUBI - 1982.
k. Undang - Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi.
4 Untuk bahan/ material dan atau alat yang tidak dan atau belum ada peraturan-peraturannya di Indonesia, maka digunakan syarat-syarat yang ditentukan oleh pabrik yang mengeluarkan bahan/ material dan atau alat tersebut. Sebelum dilaksanakan pekerjaan terkait dengan bahan dan alat tersebut oleh kontraktor, maka syarat-syarat dari pabrik harus diajukan kepada Pemberi Tugas, Konsultan Perencana dan Konsultan Manajemen Konstruksi untuk mendapatkan pemeriksaan dan persetujuannya.
5 Untuk bahan/ material dan atau alat yang tidak dirakit di Indonesia pihak fabrikator harus memberikan rekomendasi tertulis kepada Kontraktor pekerjaan tentang hubungan kerja di antara keduanya. Rekomendasi tersebut wajib ditunjukkan kepada Pemberi Tugas, Konsultan Perencana, dan Konsultan Manajemen Konstruksi.
6 Untuk mengatasi resiko yang timbul dan tanggung jawab hukum kepada pihak lain, Kontraktor memiliki pertanggung jawaban dengan mitra usaha lain dalam bentuk jaminan Penawaran, Jaminan Pelaksanaan, Jaminan Uang Muka, Jaminan Sosial Tenaga Kerja, Construction All Risk Insurance ataupun mengacu kepada ketentuan lainnya yang ditentukan oleh Panitia Pelelangan.
7 Kontraktor harus menyediakan bagian- bagian yang relevan dari dokumen-dokumen tersebut untuk keperluan penggunaan di lapangan dan mempermudah penyelesaian bila hal tersebut diminta oleh Konsultan Manajemen Konstruksi dan atau Konsultan Perencana.

I.5. KONDISI SITE

A. Site

Lokasi site dan seluruh pekerjaan yang akan dikerjakan berada diatasnya sebagaimana tercantum pada gambar.

B. Kondisi Site

a. Kontraktor harus mempelajari kondisi lahan dan seluruh dokumen tender dengan hati-hati sebelum menentukan penawaran.
b. Kondisi lahan yang dimaksud adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan struktur, kondisi alam dan sumber-sumber alam yang diperlukan selama pekerjaan berlangsung di dalamnya termasuk kondisi tanah, lapisan bawah tanah dan faktor- faktor yang akan mempengaruhi pekerjaan tanah dan penggalian. Seluruh kondisi tersebut di atas harus sudah dimasukkan dalam harga penawaran.
c. Penyelidikan Site
Kontraktor harus memeriksa laporan- laporan penyelidikan tanah dan tes/ pengujian atas site lainnya atas petunjuk Konsultan Perencana dan atau Konsultan Manajemen Konstruksi.

I.6. PROSEDUR PENDAHULUAN

A. Patok Utama Pengukuran (Bench Mark)

Patok- patok utama pengukuran (bench mark) pada lahan harus dibuat secara permanen dan berdiri dengan aman sesuai petunjuk Konsultan Manajemen Konstruksi. Patok- patok harus dapat ditunjukkan pada hasil Survei Ketinggian Lahan yang dilakukan Kontraktor. Bench mark yang dapat dipakai di pekerjaan ini adalah Bench mark lama yang sudah ada, seperti ditunjukkan dalam gambar.

B. Penentuan Posisi

Kontraktor harus secara akurat menempatkan keseluruhan pekerjaan pada garis, ketinggian, dan profil yang ditunjukkan pada gambar dan akan bertanggung jawab atas kesalahan pada penentuan posisi. Biaya untuk memperbaiki, memindahkan, membongkar kesalahan penempatan posisi ditanggung Kontraktor. Tanda/ patok untuk menentukan posisi harus diletakkan secara tepat pada sistem grid atau kontur dan diletakkan sedemikian rupa sehingga tidak terganggu atau menganggu pekerjaan. Posisi atau ketinggian patok yang menganggu harus disesuaikan. Kontraktor mencatat semua penempatan patok pada satu buku khusus yang terkait dengan posisi patok-patok utama pengukuran (Bench Mark).

C. Peralatan Pengukuran

Kontraktor harus menyediakan peralatan pengukuran yang dapat digunakan setiap saat oleh Konsultan Manajemen Konstruksi. Peralatan pengukuran tersebut meliputi teodolit modern dan penyangganya, alat penentu ketinggian, pita pengukur panjang, dan peralatan lainnya termasuk tenaga pengukur dan pelaksana pekerjaannya yang memungkinkan Konsultan Manajemen Konstruksi dapat mengecek penentuan posisi dan menandai hasil pekerjaan. Peralatan pengukuran tersebut tetap menjadi hak milik Kontraktor.

D. Memulai Pekerjaan

Kontraktor tidak boleh memulai pekerjaan sebelum kondisi lahan memungkinkan untuk tipe pekerjaan yang akan dilaksanakan.

I.7. BAHAN DAN KOMPONEN

A. Umum

Penyediaan seluruh material untuk pelaksanaan pekerjaan sepenuhnya menjadi tanggung jawab kontraktor. Material yang diperlukan untuk dipakai dalam pekerjaan tidak boleh menggunakan barang bekas ataupun barang yang pernah secara sementara dipakai dalam proyek yang sama. Material yang digunakan harus baru dan berkualitas terbaik. Seluruh bahan dan peralatan harus dipesan dan disesuaikan dengan kemajuan pekerjaan. Barang- barang yang perlu waktu pemesanan atau pengiriman yang lama harus diberi perhatian khusus. Bahan dan peralatan harus diperlakukan dan ditangani sesuai dengan instruksi pabrik dan setiap kerusakan sebagai akibat penanganan yang salah harus diganti, dan hal ini sepenuhnya menjadi tanggungan Kontraktor.

B. Pengiriman

Kontraktor harus mengatur pengiriman bahan untuk meminimalkan pengelolaan di site dan mencegah kerusakan- kerusakan. Periksa bahwa semua barang yang mudah rusak selama perjalanan tetap dalam kemasan pabrik dan diberikan perlindungan tambahan yang diperlukan.

C. Penanganan dan Penyimpanan

Kontraktor harus menangani dan menyimpan bahan- bahan dengan ketentuan sebagai berikut:

1 Memisahkan barang- barang yang tidak sesuai atau saling mempengaruhi atau saling merusak.
2 Identifikasi atas bahan- bahan dilakukan dengan meneliti sertifikat pengujian, label pengiriman, atau tanda- tanda khusus.
3 Lindungi secara efektif bahan- bahan dari segala bentuk kerusakan.
4 Hindarkan pembebanan yang berlebihan yang bisa mengakibatkan kerusakan.
5 Penggunaan alat- alat bantu seperti : forklift, katrol, dan lain- lain hanya pada tempat- tempat yang ditentukan oleh pabrik pembuatnya.
6 Beri perhatian khusus pada bahan- bahan yang sensitif, mudah menguap, dan benda yang harus disimpan dalam keadaan kering, sejuk, atau tidak boleh terkena cahaya matahari langsung.

D. Pemilihan

Bila tak ada ketentuan spesifikasi lain, maka barang- barang siap pakai, benda dan komponen dekoratif dipilih sendiri oleh kontraktor dan mendapat persetujuan Konsultan Perencana dan atau Konsultan Manajemen Konstruksi.

E. Item yang tidak di- Spesifikasi

Kontraktor harus menjamin bahwa semua bahan dan material yang ditentukan dan dipilih sendiri oleh Kontraktor adalah yang berkualitas terbaik dan sesuai dengan penggunaannya.

F. Komponen yang Dibuat untuk Tujuan Tertentu

Semua komponen harus memiliki fungsi atau tujuan tertentu kecuali ia merupakan bagian pelengkap dari komponen standar tertentu. Komponen siap pakai yang tersedia di pasaran bisa digunakan untuk menggantikan komponen tadi bila sesuai dengan spesifikasi.

I.8. PEKERJAAN DAN PERLENGKAPAN SEMENTARA (TEMPORER)

A. Umum

Penyediaan, pemilihan, dan penggunaan pekerjaan dan peralatan sementara sepenuhnya menjadi tanggung jawab kontraktor. Pekerjaan temporer harus memasukkan semua kebutuhan dan pertimbangan yang diperlukan untuk melanjutkan pekerjaan- pekerjaan sesudahnya.

B. Pengamanan Pekerjaan

Kontraktor harus menyediakan dan memasang semua perlengkapan dan peralatan pengamanan seperti dinding pengaman, railing pengaman dan pembatas lainnya disekitar peralatan berbahaya yang sesuai dengan ketentuan. Tidak boleh ada instalasi dan peralatan berbahaya yang tak diberi pengaman. Peralatan P3K harus disediakan lengkap pada lokasi pekerjaan selama pekerjaan berlangsung. Kontraktor harus bertanggung jawab penuh terhadap perlindungan bahaya kebakaran pada semua lokasi pekerjaan, baik permanen atau sementara, dan tempat- tempat lain yang berdekatan.

Semua peraturan- peraturan tentang keselamatan kerja dan perlindungan kebakaran yang dikeluarkan oleh pemerintah setempat harus diterapkan. Kontraktor harus menyediakan peralatan pencegah kebakaran yang berfungsi dengan baik dengan tenaga terlatih yang bertugas khusus untuk itu.

C. Kantor Proyek/ Direksi Kit

Kontraktor harus membuat Direksi Kit sebagai Kantor Proyek yang sifatnya sementara di site yang akan digunakan sebagai kantor bagi Pemberi Tugas atau wakilnya, Konsultan Perencana dan Konsultan Manajemen Konstruksi serta meletakkan seluruh dokumen dan gambar- gambar yang harus tersedia di lokasi dan tersimpan dengan baik. Kontraktor harus menata dengan baik gudang, daerah kerja, bahan- bahan, peralatan, pencampuran material, dan lain- lain dan harus dibersihkan kembali saat pekerjaan selesai. Luas minimal untuk Kantor Proyek/ Direksi Kit adalah 18 m2.

D. Fasilitas Pekerja

1 Kontraktor harus menyediakan seluruh akomodasi yang dibutuhkan untuk menjamin kesejahteraan seluruh pekerja, termasuk mandor dan pekerja lembur, dan harus sudah termasuk dalam Kontrak. Pekerja tidak diperbolehkan tinggal di lokasi tanpa ijin tertulis Konsultan Manajemen Konstruksi. Bila diijinkan Konsultan Manajemen Konstruksi, akomodasi yang disediakan Kontraktor harus dilengkapi air bersih, tempat makan, dan sarana ibadah.
2 Sarana MCK sementara harus disediakan terpisah, dalam jumlah cukup, dan diletakkan pada tempat yang disetujui Konsultan Manajemen Konstruksi. Seluruh sarana tersebut dilengkapi fasilitas mandi dan toilet yang dihubungkan dengan saluran induk, penampungan sementara, septic tank, dan rembesan secara baik. Semua fasilitas sementara tersebut berikut salurannya harus dibersihkan setelah selesainya pekerjaan. Semua fasilitas sanitasi tersebut harus dijaga agar selalu bersih dan selalu dalam kondisi higienis setiap hari.

E. Pembangkit Tenaga Dan Sumber Air

a. Harus disediakan oleh kontraktor, termasuk pemasangan sementara kabel- kabel meteran, upah. Tagihan listrik serta pembersihannya kembali pada waktu pekerjaan selesai adalah beban kontraktor.
b. Air untuk keperluan pekerjaan harus diadakan dan bila memungkinkan didapatkan dari sumber air yang sudah ada di lokasi pekerjaan. Kontraktor harus memasang sementara pipa- pipa, dan lain- lain pekerjaan untuk mengalirkan air dan mencabutnya kembali pada waktu pekerjaan selesai. Biaya untuk pengadaan air sementara ini adalah menjadi beban Kontraktor.
c. Kontraktor tidak diperbolehkan menyambung dan menghisap air dari saluran induk dan sebagainya tanpa terlebih dahulu mendapatkan izin tertulis dari Pemberi Tugas dan atau Konsultan Manajemen Konstruksi.

F. Akses Ke Dalam Site

1 Kontraktor harus menyediakan sendiri jalan akses ke dalam site proyek atau jalan lingkar di dalam proyek sesuai dengan kebutuhan dan penggunaan selama masa kontrak. Kontraktor sepenuhnya bertanggung jawab atas pengadaan rambu- rambu penunjuk arah pada rute- rute yang dianggap perlu sebagai petunjuk bagi para pekerja, subkontraktor, pemasok, dan sebagainya. Kontraktor juga sepenuhnya bertanggung jawab dalam perolehan semua izin yang diperlukan atas pengadaan jalan- jalan tersebut dan bertanggung jawab atas segala klaim yang diajukan oleh pemilik tanah tetangga, pemerintah setempat, dan/atau badan swasta.
2 Kontraktor harus menyediakan jalan alternatif atau alat pengganti sebagai akses ke dalam site bila diperlukan seandainya ada kegiatan- kegiatan proyek yang mengharuskan untuk sementara ditutup/ terhalang akses- akses yang biasa digunakan.
3 Kontraktor harus menyediakan, menjaga, dan memelihara sarana akses dari dalam site yang bersifat sementara ke jalan raya permanen terdekat. Jalan sementara tersebut tidak boleh menimbulkan kemacetan, kerusakan, kotor, dan sebagainya terhadap jalan raya permanen. Segala bentuk klaim atas kejadian ini ditanggung oleh Kontraktor.
4 Kontraktor harus menyiapkan metoda pelaksanaan pekerjaan termasuk bila pekerjaan akan dilaksanakan secara bertahap sesuai kondisi dan kesiapan lahan. Segala bentuk biaya dan klaim atas kejadia ini termasuk tanggungan Kontraktor.

G. Perlengkapan Cadangan

Harus selalu cukup tersedia perlengkapan cadangan, termasuk suku cadang, bahan bakar, dan bahan- bahan lainnya, untuk menghindari hambatan pelaksanaan pekerjaan.

H. Manajemen Konstruksi terhadap Pengunjung

Kontraktor harus menjaga segala kemungkinan dari masuknya tamu yang tidak berkepentingan ke dalam site. Apa bila terjadi kehilangan peralatan dan bahan bangunan di areal site, maka hal ini akan menjadi beban kontraktor untuk penggantiannya.

I.9. PERLINDUNGAN

A. Perlindungan terhadap Lahan

Kontraktor harus bertanggung jawab atas keamanan pada lokasi pekerjaan dan semua barang- barang yang ada di atasnya. Semua kegiatan pengamanan pekerjaan tersebut harus sudah dimasukkan ke dalam kontrak, termasuk penggantian segala barang yang hilang/ rusak akibat pencurian dan tidak adanya instruksi pengamanan. Seluruh barang, peralatan, dan bahan yang diperlukan selama pekerjaan harus diletakkan/ disimpan di dalam batas site. Kontraktor harus bertanggung jawab secara hukum atas keselamatan publik, sarana publik, dan bertanggung jawab atas segala klaim terhadap kerusakan, kecelakaan, atau penghilangan benda- benda tersebut. Pengamanan atas hal-hal tersebut harus diperhitungankan dan Kontraktor harus menyediakan tanda-tanda peringatan, pembatas, jaring pengaman, bila dibutuhkan.

B. Perlindungan / Keselamatan Kerja

Kontraktor harus menutupi dan melindungi seluruh atau sebagian pekerjaan dari cuaca dan dari kerusakan yang diakibatkan kecerobohan pekerja dari awal pekerjaan sampai pada saat penyerahan pekerjaan. Seluruh pekerjaan perbaikan atau penggantian atas kerusakan seluruh atau sebagian sub-pekerjaan menjadi tanggungan Kontraktor. Kontraktor harus memberikan pengaman atau pembatas agar pekerjaan pembangunan tidak menganggu dan membahayakan keselamatan orang dan peralatan pada bangunan lama atau bangunan eksisting yang berhubungan dengan bangunan yang sedang dilaksanakan. Hal ini harus menjadi perhatian utama Kontraktor karena ada bangunan lama yang tetap difungsikan sebagai ruang perawatan selama pekerjaan renovasi berlangsung. Untuk persiapan pekerjaan, Kontraktor harus menandai semua garis, posisi, ketinggian semua instalasi utilitas dan bangunan eksisting yang harus tetap dibiarkan sebelum memulai semua pekerjaan. Penggantian dan perbaikan atas kerusakan sarana utilitas dan bangunan eksisting ditanggung oleh Kontraktor. Pekerjaan yang baru selesai sebagian harus diberi tanda khusus agar dijaga dari kerusakan akibat pekerjaan lainnya yang sedang berlangsung.

I.10. MANAJEMEN KONSTRUKSI DAN MUTU PEKERJAAN

A. Manajemen Konstruksi (Supervisi)

1 Kontraktor harus menyediakan tenaga yang memiliki pengalaman lapangan yang sesuai dan cukup untuk setiap tahap pekerjaan dan wakil- wakil yang cakap untuk mengawasi kualitas pekerjaan, mengetes, dan melakukan manajemen, Manajemen Konstruksian, dan mutu pekerjaan selama proyek berlangsung.
2 Kontraktor harus menunjuk wakil penyalur atau manajer perwakilan yang berpengalaman pada tipe-tipe pekerjaan yang disebutkan dalam kontrak. Dan dia akan bertanggung jawab sebagai pendamping petugas dari Konsultan Manajemen Konstruksi, menerima instruksi dan pengarahan dari Konsultan Manajemen Konstruksi, dan harus menyampaikan instruksi tersebut kepada staffnya sesuai dengan instruksi yang ia terima. Perwakilan agen yang telah ditunjuk tidak boleh diganti tanpa persetujuan Konsultan Manajemen Konstruksi dan perwakilan agen yang tidak memiliki cukup kemampuan harus diganti.

B. Kehalusan Pekerjaan (Craftmanship)

1 Kontraktor harus mempekerjakan pekerja yang terampil dalam jumlah yang cukup dan sesuai dengan volume dan jenis pekerjaan serta harus dapat meningkatkan jumlah tenaga kerja untuk memenuhi kebutuhan beban pekerjaan yang dilakukan kontraktor. Kontraktor harus menanggung semua upah lembur atau biaya tambahan lainnya pada pekerjaan lembur. Daya kerja harus selalu disesuaikan dengan kondisi dan situasi tenaga kerja di lapangan. Pekerja yang berbuat kejahatan, melakukan tindakan membahayakan, atau menyebarkan pengaruh buruk harus diberhentikan. Pekerja harus melakukan pekerjaan yang sesuai dengan ketrampilan yang dimilikinya. Pertimbangan terhadap kualifikasi dan pengalaman kerja harus dimasukkan dalam menentukan pelaksanaan suatu pekerjaan, sehingga tercapai kualitas pekerjaan yang baik, terutama dalam pekerjaan sentuhan akhir (finishing).
2 Bila Kontraktor tidak mempekerjakan secara permanen pekerja yang berkeahlian khusus, sehingga untuk pelaksanaan kontrak suatu pekerjaan ia mempekerjakan selama diperlukan, hasil pekerjaannya tetap harus memperoleh persetujuan dari Konsultan Manajemen Konstruksi. Jika hasil pekerjaan tidak memenuhi standard yang disebutkan dalam Kontrak maka pekerjaan tersebut ditolak.

C. Jaminan atas Kualitas

Kontraktor harus menjamin bahwa kualitas dari produk- produk terspesifikasi dari pabrik tidak mengalami penurunan pada saat/ selama pekerjaan berlangsung.

D. Toleransi

Pekerjaan harus mengikuti batasan toleransi dimensional sesuai dengan stabilitas struktural dan hasil akhir pekerjaan. Bila tidak dispesifikasikan, toleransinya harus mengikuti rekomendasi BS 5606 "Accuracy in Building".

I.11. PEMELIHARAAN PEKERJAAN

A. Kebersihan Site

Kontraktor harus selalu menjaga kebersihan lahan setiap saat. Kelebihan material, sampah, bahan- bahan yang ditolak atau rusak, harus dikumpulkan dengan cara yang sesuai dan dibuang dengan cara yang disetujui dan dibuang dengan cara- cara yang disetujui oleh Manajemen Konstruksi. Site harus dipelihara dan dikelola secara rapi dan teratur selama masa kontrak.

B. Cuaca Buruk

Kontraktor harus selalu memantau ramalan cuaca setempat dan melakukan persiapan menghadapi cuaca yang tidak diinginkan.

C. Bahaya Kebakaran

Sebagai tambahan atas peraturan dan ketentuan yang relevan, kontraktor harus mengambil langkah- langkah khusus untuk menghindari timbulnya bahaya kebakaran. Semua kegiatan atau pekerjaan yang menggunakan api terbuka atau panas harus dihentikan 45 menit sebelum jam kerja berakhir. Terkumpulnya bahan- bahan yang mudah terbakar di dalam site sama sekali tidak diperbolehkan. Tidak diperbolehkan menimbun atau menyimpan persediaan barang/ cairan/ gas yang mudah terbakar kecuali hanya untuk memenuhi kebutuhan selama sehari.

I.12. CONTOH - CONTOH (SAMPLE)

Umum

1 Sample dari semua pekerjaan yang akan dilaksanakan di lapangan dan bahan- bahan yang akan digunakan harus ditunjukkan terlebih dahulu untuk mendapat persetujuan Konsultan Manajemen Konstruksi dan Konsultan Perencana. Semua biaya ditanggung Kontraktor. Sample lainnya harus diajukan lagi bila sample awal ditolak oleh Konsultan Manajemen Konstruksi dan Konsultan Perencana. Semua bahan dan performa kerja setelah sample disetujui harus tetap sesuai dengan sample yang disetujui dan selalu harus tersedia di site. Pada semua bagian pekerjaan, Kontraktor harus menyerahkan kepada pihak Manajemen Konstruksi 2 (dua) salinan spesifikasi, brosur material yang akan digunakan. Metoda perakitan dan pemasangan harus sesuai dengan spesifikasi dan brosur tersebut. Seluruh berkas- berkas tersebut harus selalu siap ditunjukkan oleh Kontraktor.
2 Kontraktor harus menjamin bahwa pembuat barang- barang atau pemasok bahan memberikan garansi standar mereka untuk pekerjaan pada semua bagian spesifikasi. Garansi tersebut hanya sebagai pelengkap tambahan dan tidak mengurangi atau mengalihkan tanggung jawab dan kewajiban kontraktor setiap saat.

I.13. PENGUJIAN DAN PEMERIKSAAN

A. Pengujian

1. Semua bahan dan pekerjaan harus diuji sesuai dengan ketentuan yang terdapat dalam spesifikasi atau sesuai petunjuk Perencana. Secara umum, semua bahan dan contoh beton harus diuji di tempat- tempat pengujian resmi atau laboratorium yang telah disetujui atau diajukan oleh Konsultan Manajemen Konstruksi dan Konsultan Perencana dan Kontraktor harus membiayai seluruh proses pengujian dan hal- hal yang terkait dengan pengujian tersebut. Kontraktor harus menyiapkan semua tenaga, wadah, kemasan, dan pelabelan yang perlu terhadap sampel- sampel pengujian untuk kemudian mengirimkannya sesuai kebutuhan.

2. Kontraktor harus menyediakan semua fasilitas yang diperlukan untuk pengambilan sampel dan untuk menyerahkan salinan sertifikat pengujian kepada Konsultan Manajemen Konstruksi. Konsultan Manajemen Konstruksi akan memeriksa dan memberikan persetujuan sebelum sampel tersebut dibungkus. Sampel yang sudah dibungkus sebelum mendapat persetujuan harus dibuka kembali untuk diperiksa atas biaya Kontraktor. Kontraktor harus memberitahukan Konsultan Manajemen Konstruksi bila suatu pekerjaan sudah siap untuk diperiksa. Pekerjaan yang dianggap cacat atau ditolak harus diperbaiki atau diganti sesuai petunjuk Konsultan Manajemen Konstruksi.

3. Kecuali bila ada kesepakatan lanjutan, Kontraktor bertanggung jawab sepenuhnya untuk menjamin bahwa semua pekerjaan yang dipasang sesuai dengan petunjuk dan ketentuan yang tertera dalam spesifikasi serta instruksi dari Konsultan Manajemen Konstruksi.

4. Konsultan Manajemen Konstruksi dan Konsultan Perencana berhak memeriksa pekerjaan dan penempatan yang telah dilaksanakan Kontraktor pada bagian manapun dan kapanpun diperlukan. Pada dasarnya, Konsultan Manajemen Konstruksi tidak ditugasi secara khusus untuk melakukan pemeriksaan- pemeriksaan. Bila ada kegagalan dan Konsultan Manajemen Konstruksi menemukan kesalahan yang dilakukan oleh Kontraktor, maka hal ini tidak membuat Kontraktor lepas dari tanggung jawabnya untuk memperbaiki atau mengganti pekerjaan tersebut.

5. Konsultan Manajemen Konstruksi/ Konsultan Perencana setiap saat berhak menolak bahan- bahan atau mutu pekerjaan bila tidak sesuai dengan spesifikasi. Persetujuan Konsultan Manajemen Konstruksi/ Konsultan Perencana masih mungkin dibatalkan bila ditemukan cacat atau kerusakan di kemudian hari. Kontraktor harus memindahkan, atau mengganti, atau memperbaiki kesalahan pengukuran bila diminta oleh Konsultan Manajemen Konstruksi/ Konsultan Perencana dan semua biaya ditanggung oleh Kontraktor.

B. Pemberitahuan saat Pemberian Persetujuan

Kontraktor harus memberitahukan pihak Konsultan Manajemen Konstruksi sedikitnya 2 (dua) hari sebelum suatu bagian pekerjaan yang memerlukan persetujuan siap diperiksa. Kecuali bila pihak Konsultan Manajemen Konstruksi akan melakukan pemeriksaan pada tanggal yang telah disepakati dan sebagainya, bila diperlukan. Seluruh sampel dan pengujian harus diserahkan/ dilengkapi tepat pada waktunya untuk menjaga kelangsungan program. Kontraktor tidak boleh melanggar kesepakatan ini, walaupun mungkin berakibat penolakan pekerjaan, kegagalan pengujian atau sampel, atau penundaan waktu dalam penunjukkan sampel ulang atau pengulangan pelaksanaan pekerjaan.

I.14. DOKUMENTASI

A. Umum

Kontraktor harus membuat dan menyimpan dokumentasi dan catatan harian untuk pemeriksaan atau sesuai permintaan Konsultan Manajemen Konstruksi/Konsultan Perencana.

B. Kegiatan - Kegiatan yang di dokumentasikan

Kontraktor harus mencatat dan merekam semua kegiatan yang berkaitan dengan konstruksi pekerjaan, termasuk hal-hal yang disebutkan di bawah ini:

1 Semua gambar atau dokumen lainnya yang dikeluarkan atau diminta oleh Konsultan Perencana/ Konsultan Manajemen Konstruksi.
2 Semua instruksi yang diberikan kepada Kontraktor dan tindakan yang dilakukan termasuk instruksi verbal dan tanggal- tanggal pembuatan konfirmasi.
3 Rincian perintah kerja harian.
4 Kondisi cuaca termasuk suhu udara, hujan, angin, dan kondisi lainnya yang tidak normal.
5 Mutu pekerjaan yang buruk yang diketahui atau dilaporkan, dan pekerjaan yang gagal dengan menyebutkan alasannya.
6 Keterlambatan pekerjaan dan alasannya.
7 Masalah tenaga kerja.

I.15. GAMBAR DAN JADWAL

A. Gambar

Gambar- gambar yang menjadi landasan kontrak adalah gambar- gambar utama dan detail yang dibagikan kepada kontraktor. Shop drawing dan gambar penjelasan disiapkan dan dikeluarkan oleh Kontraktor selama berlangsungnya pekerjaan pada bagian manapun dan kapanpun diperlukan. Bila terdapat perbedaan (discrepancies) antara skala tertulis dengan skala gambar, maka yang dianggap benar adalah skala yang terdapat pada gambar.

B. Pemeriksaan

Kontraktor harus memeriksa semua gambar yang dikeluarkan setelah perjanjian kerja disetujui untuk menjamin bahwa tidak ada satupun yang bertentangan antara gambar tersebut dengan gambar- gambar yang dikeluarkan sebelumnya, atau dengan dimensi aktual yang terjadi di lapangan. Kontraktor wajib memberitahukan Konsultan Manajemen Konstruksi bila ditemukan adanya perbedaan.

C. Shop Drawing Tambahan dan Jadwal

1. Kontraktor harus mempersiapkan sendiri semua biaya atas gambar tambahan dan pelengkap, jadwal dan semacamnya bila kontraktor atau Manajemen Konstruksi menganggap perlu dilakukannya penyempurnaan atau penambahan gambar kontrak untuk memudahkan pelaksanaan. Gambar tersebut harus dibuat secara sistematik, teratur, dan secara benar memuat kembali ketentuan- ketentuan, instruksi, dan arahan kepada para pelaksana di lapangan sehingga pekerjaan dapat dilaksanakan secara baik pada saat penyerahan pertama.

2. Bila diperlukan, Kontraktor harus menyediakan dan menunjukkan kepada Manajemen Konstruksi untuk mendapatkan persetujuan semua "Shop drawing" yang menunjukkan semua detail konstruksi dan metode pemasangan untuk bagian atau sistem yang akan disuplai atau dilaksanakan oleh spesialis khusus.

















PASAL I

PEKERJAAN PERSIAPAN

1.1. PEKERJAAN PERSIAPAN

1.1.1. Kontraktor harus menyediakan tempat kerja dan gudang dilapangan untuk
keperluan sendiri sehubungan dengan pelaksanaan pekerjaan ini.
1.1.2. Kontraktor harus membersihkan lapangan dari segala hal yang bisa
menganggu pelaksanaan pekerjaan, serta mengadakan pengukuran untuk
membuat tanda tetap sebagai dasar ukuran ketinggian lantai dan bagian-
bagian yang lain.
1.1.3. Sebagai ukuran dasar akan ditentukan di lapangan sesuai dengan petunjuk dari
Pengawas.
1.1.4. Kontraktor harus menyediakan alat-alat ukur sepanjang masa pelaksanaan
berikut ahli ukur yang berpengalaman dan setiap kali apa bila dianggap perlu
siap untuk mengadakan pengukuran ulang.

1.2. RUANG LINGKUP PEKERJAAN
Pekerjaan akan meliputi pengadaan bahan, alat-alat, peralatan, tenaga kerja dan
pemasangan untuk pekerjaan arsitek sesuai dengan lokasi dan dimensi yang
ditunjukkan dalam Gambar Kerja sesuai dengan ketentuan persyaratan teknis ini.

1.3. SYARAT-SYARAT PELAKSANAAN
Untuk pekerjaan Pembongkaran harus memperhatikan keadaan lingkungan yang berkaitan. Pembongkaran tidak boleh merusak bagian lain yang tidak dibongkar. Apabila terdapat kerusakan pada bagian lain yang seharusnya tidak dibongkar, maka Kontraktor harus memperbaikinya dengan biaya dari pihak Kontraktor.

1.4. PROSEDUR UMUM
1.4.1. Contoh Bahan dan Data Teknis
Kontraktor harus menyerahkan contoh dan data teknis kepada Pengawas untuk disetujui terlebih dahulu, sebelum pengadaan bahan dan pelaksanaan pekerjaan.
1.4.2. Penyimpanan Bahan-bahan yang disimpan dalam gudang tertutup yang memiliki ventilasi, terlindung dari perubahan cuaca dan kelembaban.
1.4.3. Gambar Detail Pelaksanaan
Kontraktor harus membuat dan menyerahkan Gambar Detail Pelaksanaan yang mencakup dimensi, tata letak, jenis dan bahan dan detail-detail pelaksanaan, untuk diperiksa dan disetujui Pengawas.
1.4.4. Ketidaksesuaian
a.) Kontraktor wajib memeriksa gambar kerja yang ada terhadap kemungkinan kesalahan/ ketidaksesuaian, baik dari segi dimensi, jumlah maupun pemasangan dan lain-lain.
b.) Bila bahan-bahan yang didatangkan ternyata menyimpang atau tidak sesuai dengan yang telah disetujui oleh Pengawas, Kontraktor wajib mengantinya dengan yang sesuai dan disetujui Pengawas.
c.) Biaya yang ditimbulkan karena hal diatas menjadi tanggung jawab Kontraktor sepenuhnya.



PASAL 2

PEKERJAAN PASANGAN DAN PELAPIS DINDING

2.1. PEKERJAAN PASANGAN

2.1.1. Lingkup Pekerjaan
a.) Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan, dan alat-alat bantu yang dibutuhkan dalam terlaksananya pekerjaan ini untuk mendapatkan hasil yang baik.
b.) Pekerjaan pasangan dan plesteran untuk area Basement meliputi seluruh ruang selain Basement atau sesuai detail yang disebutkan/ditunjukkan dalam gambar atau sesuai petunjuk Pengawasan.

2.1.2. Persyaratan Bahan
a. Pekerjaan pasangan dinding
- Jenis : Bata Merah
- Produksi : Lokal
- Lebar :
- Tinggi :
- Tebal :

b. Perekat (spesi)
- Jenis : Thinbed/Mortar
- Produksi : Drymix/ setara
- Warna : Abu-abu
- Bahan Pengikat : Semen
- Filler : Serbuk kapur- Agregat : Pasir silica
- Additif : Polymer- kebutuhan air : 11 liter per 40 kg
- Drydensity : 1,3 gr/cc - Wet density : 2,0 gr/cc
- Compressive Strength : >7N/mm2
- Daya Sebar/zak : 14-16m2 tebal spesi 2-3 mm

2.1.3. Syarat - syarat Pelaksanaan

a. Pasangan dinding menggunakan Mortar ex Drymix atau setara untuk campuran adukan pasangan (spesi). Semua pasangan mulai dari sloof sampai dengan 20 cm diatas permukaan lantai 0.00 dan dinding sekeliling toilet dan daerah-daerah basah sampai +215 cm di atas permukaan lantai 0.00 menggunakan campuran adukan Drymix.
b. Steger tempat berpijak tidak boleh menembus tembok.
c. Untuk semua dinding diluar, semua dinding lantai dasar mulai dari permukaan sloof sampai ketinggian +30 cm di atas permukaan lantai dasar, dinding di daerah basah sampai ketinggian +200 cm dari permukaan lantai serta semua dinding yang menggunakan simbol / aduk trasraam / kedap air digunakan adukan mortar rapat air.
d. Perkirakan ketinggian dinding yang akan dibuat, hindari sebisa mungkin pemotongan concrete interlocking brick.
e. Sebagai antisipasi, lakukan leveling pada screed menggunakan Concrete Fill atau Plester.
f. Pasangan dinding concrete interlocking break sebelum di plester harus dibersihkan dari debu, minyak, lemak, lilin, cat dan partikel- partikel merugikan lainnta yang menempel pada permukaan yang akan dipasangi perekat (spesi).
- Pemasangan dinding concrete interlocking brick dilakukan bertahap, setiap tahap terdiri dari maximum 24 lapis setiap harinya, diikuti dengan cor kolom praktis.
- Bidang dinding yang luasnya lebih besar dari 12 m2 tambahkan kolom dan balok penguat (kolom praktis) dengan ukuran 12 x 12 cm, dengan tulangan pokok 4-10 mm, begel 6 mm jarak 20 cm.
- Pembuatan lubang pada pemasangan untuk perancah / steiger sama sekali tidak dibenarkan.
- Pembuatan lubang pada pasangan concrete interlocking brick yang berhubungan dengan setiap bagian pekerjaan beton (kolom) harus diberi penguat stek-stek besi beton 6 mm jarak 75 cm, yang terlebih dahulu di tanam dengan baik pada bagian pekerjaan beton dan bagian yang ditanam dalam pasangan concrete interlocking brick sekurang-kurangnya 30 cm kecuali ditentukan lain atas persetujuan Konsultan Manajemen Konstruksi (MK)
- Tidak diperkenankan memasang concrete interlocking brick yang patah dua melebihi dari 5% concrete interlocking brick yang patah 2 bagian tidak diperkenankan digunakan.
- Pekerjaan dapat dimulai hanya bila alignment horizontal atau vertikal dari pondasi mempunyai kesalahan tidak melebihi dari 2,5 cm bila dijumlahkan, bila lebih cara memperbaiki permukaan pondasi harus diajukan untuk mendapatkan persetujuan dari MK.
- Tiap unit harus dipotong dengan tepat dan rapih, bila dipergunakan lubang untuk saluran-saluran plumbing, elektrikal, dan lain-lain lubang ini nantinya harus ditutup kembali dengan rapih.
- Pada daerah pengecoran adukan pasangan concrete interlocking brick harus disusun berselang seling dari bawah ke atas hingga tidak membentuk satu garis vertikal.
- Tebal dinding. Hasil akhir pasangan dinding dengan ketebalan 15 cm, rata dan tidak bergelombang, dengan sudut-sudut yang membentuk siku.
g. Untuk perekat (spesi) pasangan dinding, menggunakan Thinbed ex. Drymix/ setara. Pelaksanaannya dengan cara meletakkan concrete interlocking brick diatasnya, pukul perlahan sampai mencapai ketinggian spesi 2-3 mm. Untuk layer berikutnya, lanjutkan pemasangan dinding memanfaatkan interlocking. Aplikasikan spesi secara horizontal dan vertikal.
h. Pencampuran spesi direkomendasikan menggunakan mesin mixing. Apabila tidak ada, pencampuran dapat dilakukan secara manual. Setiap 40 kg dicampurkan dengan air sedikit demi sedikit hingga rata. Aduk terus selama 3-4 menit. Pencampuran yang benar sangat penting untuk memperoleh hasil yang baik.
i. Aplikasikan spesi pada permukaan concrete interlocking brick, tekan dan pukul concrete interlocking brick, hingga ketinggian yang ditentukan dan isi celah yang masih kosong dengan adukan spesi.
j. Pekerjaan pasangan dinding ini dilaksanakan sesuai dengan standar spesifikasi dari bahan yang digunakan sesuai dengan petunjuk dan persetujuan MK sesuai dengan uraian dan syarat pekerjaan ini.

2.2. PEKERJAAN PLESTERAN DAN ACIAN DINDING

2.2.1. Lingkup Pekerjaan
a. Termasuk dalam pekerjaan plesteran dinding ini adalah penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan, termasuk alat- alat bantu dan alat- alat angkut yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan plesteran, sehingga dapat dicapai hasil pekerjaan yang bermutu baik.
b. Pekerjaan plesteran dinding dikerjakan pada permukaan dinding bagian dalam dan luar serta seluruh detail yang disebutkan / ditunjukkan dalam gambar.

2.2.2. Persyaratan Bahan
a.) Drymix Plester
- Warna : Abu - abu
- Kebutuhan Air : 7 - 8 liter untuk 50 kg Drymix plester
- Daya sebar/ Zak : 2.5 - 3 m2 dgn tbl 10 mm

b.) Drymix Acian
- Warna : Abu - abu terang
- Kebutuhan Air : 8 - 9 liter untuk 30 kg Drymix Acian
- Daya sebar/ Zak : 10 - 11 m2 dgn tbl 12 mm

2.2.3. Syarat - syarat Pelaksanaan
a.) Untuk persiapan pelaksanaan Drymix Plester adalah : bersihkan permukaan dari kotoran, debu, minyak, lemak, lilin, cat dan partikel-partikel lain yang merugikan yang menempel pada dinding yang akan di plester.
b.) Pencampuran direkomendasikan menggunakan mesin mixing. Apabila tidak ada, pencampuran bisa dilakukan dengan cara manual. Tambahkan air secara bertahap dan aduk sampai rata selama 3 atau 4 menit. Pencampuran yang benar sangan penting untuk mendapatkan hasil yang baik.
c.) Untuk persiapan pelaksanaan Drymix Acian adalah: bersihkan permukaan dari kotoran, debu, minyak, lilin, cat dan partikel lain yang merugikan yang menempel pada dinding plester yang akan diaci.
d.) Pencampuran direkomendasikan menggunakan mesin mixing. Apabila tidak ada, pencampuran bisa dilakukan dengan cara manual. Tambahkan air secara bertahap dan aduk sampai rata selama 3 atau 4 menit. Pencampuran yang benar sangan penting untuk mendapatkan hasil yang baik.
e.) Plesteran dilaksanakan sesuai standar spesifikasi dari bahan yang digunakan sesuai dengan petunjuk dan persetujuan MK sesuai dengan uraian dan syarat pekerjaan ini.
f.) Pekerjaan plesteran dapat dilaksanakan bilamana pekerjaan bidang beton atau pasangan dinding telah disetujui oleh M K sesuai uraian dan syarat pekerjaan yang tertulis dalam buku ini.
g.) Dalam melaksanakan pekerjaan ini, harus mengikuti semua petunjuk dalam gambar Arsitektur terutama pada gambar detail dan gambar potongan mengenai ukuran tebal / peil dan bentuk profilnya.
h.) Yang harus diperhatikan sebelum memulai pekerjaan plesteran / acian:
- Kualitas pasangan concrete interlocking brick harus dalam keadaan baik, spesi harus penuh dan tidak ada celah.
- Instalasi conduit telah terpasang, Chipping conduit telah ditambal.
- Dilatasi telah disiapkan dan sambungan antara concrete interlocking brick dan beton direkatkan.
- Dinding concrete interlocking brick harus dalam keadaan bersih dan siap di plester. Semua jenis aduk perekat tersebut di atas harus disiapkan sedemikian rupa sehingga selalu dalam keadaan baik dan belum mengering. Diusahakan agar jarak waktu pencampuran aduk tersebut dengan pemasangannya tidak melebihi 30 menit.
i.) Pekerjaan plesteran dinding hanya diperkenankan setelah selesai pemasangan instalasi pipa listrik dan plumbing untuk seluruh bangunan.
j.) Untuk beton sebelum diplester permukaannya harus dibersihkan dari sisa-sisa bekisting dan kemudian diketrek (scrath) terlebih dahulu dan semua lubang-lubang bekas pengikat bekisting atau form tie harus tertutup adukan plester.
k.) Untuk bidang pasangan dinding dan beton bertulang yang akan difinish dengan cat dipakai plesteran halus (acian) diatas permukaan plesterannya.
l.) Untuk dinding tertanam di dalam tanah harus diberapen dengan memakai spesi kedap air.
m.) Semua bidang yang akan menerima bahan (finishing) pada permukaannya diberi alur-alur garis horizontal atau di ketrek (scrath) untuk memberi ikatan yang lebih baik terhadap bahan finishing nya, kecuali untuk menerima cat.
n.) Pasangan kepala plesteran dibuat pada jarak 1 m, dipasang tegak dan menggunakan keping-keping plywood setebal 9 mm untuk patokan kertaan bidang.
o.) Ketebalan plesteran harus mencapai ketebalan permukaan dinding / kolom yang dinyatakan dalam gambar, atau sesuai peil-peil yang diminta gambar. Tebal plesteran minimum 2,5 cm, jika ketebalan melebihi 2,5 cm harus diberi kawat ayam untuk membantu dan memperkuat daya lekat dari plesterannya pada bagian pekerjaan yang diijinkan oleh M K.
p.) Ketebalan setiap permukaan bahan yang berbeda jenisnya yang bertemu dalam satu bidang datar harus diberi naat (tali air) dengan ukuran lebar 0,7 cm dalamnya o,5 cm, kecuali bila ada petunjuk lain di dalam gambar.
q.) Untuk permukaan yang datar, harus mempunyai toleransi lengkung atau cembung bidank tidak melebihi 5 mm untuk setiap jarak 2 m. Jika melebihi, Kontraktor berkewajiban memperbaikinya dengan biaya atas tanggungan Kontraktor.
r.) Kelembaban plesteran harus dijaga sehingga pengeringan berlangsung wajar tidak terlalu tiba-tiba, dengan membasahi permukaan plesteran setiap kali terlihat kering dan melindungi dari terik panas matahari langsung dengan bahan penutup yang bisa mencegah penguapan air secara cepat.
s.) Jika terjadi keretakan akibat pengeringan yang tidak baik, plesteran harus dibongkar kembali dan diperbaiki sampai dinyatakan diterima oleh M K dengan biaya atas tanggungan Kontraktor. Selama 7 (tujuh) hari setelah pengacian selesai Kontraktor harus selalu menyiram dengan air sampai sekurang-kurangnya 2 kali setiap hari.
t.) Selama pemasangan dinding concrete interlocking brick yang belum finish, Kontraktor wajib memelihara dan menjaganya terhadap kerusakan-kerusakan dan pengotoran bahan lain. Setiap kerusakan yang terjadi menjadi tanggung jawab Kontraktor dan wajib diperbaiki dengan biaya dari Kontraktor sendiri.
u.) Tidak dibenarkan pekerjaan finishing permukaan dilakukan sebelum plesteran berumur lebih dari 2 (dua) minggu.

2.3. PEKERJAAN DINDING KERAMIK

2.3.1. Lingkup pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan dan alat-alat bantu yang dibutuhkan dalam terlaksananya pekerjaan ini untuk mendapatkan hasil yang baik. Pekerjaan dinding keramik ini meliputi seluruh detail yang disebutkan / ditunjukkan dalam gambar atau sesuai petunjuk Pengawas.

2.3.2. Persyaratan Bahan
a.) Keramik Dinding :
- Finishing/Permukaan : Sesuai Gambar
- Produksi : Roman / setara
- Ketebalan : Minimum 7 mm
- Bahan Pengisi Siar : Drymix Grout/ setara
- Bahan Perekat : Drymix Adhesive / setara
- Warna / Texture : Sesuai Gambar
- Ukuran : Sesuai Gambar

b.) Pengendalian seluruh pekerjaan ini harus sesuai dengan peraturan - peraturan ASTM, Peraturan Keramik Indonesia (NI - 19), PVBB 1970 dan PVBI 1982.
c.) Bahan-bahan yang dipakai sebelum dipasang terlebih dahulu harus diserahkan contoh-contohnya untuk mendapatkan persetujuan Pengawas.
d.) Kontraktor harus menyediakan 2 copy ketentuan dan persyaratan teknis operatif dari pabrik sebagai informasi bagi Pengawas.
e.) Material lain yang tidak terdapat pada daftar tersebut tetapi dibutuhkan untuk penyelesaian / penggantian pekerjaan dalam bagian ini harus berkualitas terbaik dari jenisnya dan harus disetujui Pengawas.

2.3.3. Syarat - syarat Pelaksanaan
a.) Pada permukaan dinding beton / bata yang ada, keramik dapat langsung diletakkan dengan menggunakan perekat ex. Drymix Adhesive atau setara dengan memperhatikan aturan sehingga mendapatkan ketebalan dinding seperti tertera pada gambar.
b.) Keramik yang telah dipasang adalah yang telah diseleksi dengan baik warna, motif tiap keramik harus sama tidak boleh rusak, gompal atau cacat lainnya.
c.) Pemotongan keramik harus menggunakan alat potong khusus untuk itu sesuai petunjuk pabrik.
d.) Sebelum keramik dipasang, keramik terlebih dahulu harus direndam dalam air sampai jenuh.
e.) Pola keramik harus memperhatikan ukuran atau letak dan semua peralatan yang akan dipasang di dinding, seperti exhaustfan, panel. Stop kontak dan lain-lain tertera dalam gambar.
f.) Awal pemasanag keramik pada dinding mengikuti gambar rencana dan apabila ada perbedaan gambar dan lapangan dibicarakan terlebih dahulu dengan pengawas sebelum pekerjaan pemasangan dimulia.
g.) Bidang dinding keramik harus benar - benar rata garis-garis, sisa harus benar-benar lurus. Siar arah horizontal pada dinding yang berbesa ketinggian peil lantainya harus merupakan satu garis lurus.
h.) Keramik harus disusun menurut garis-garis lurus dengan siar maksimum dengan siar maksimum 3 mm setiap potongan, siar harus membentuk garis lurus. Siar - siar keramik diisi dengan bahan pengisi siar sehingga membentuk setengah lingkaran seperti yang disebutkan dalam persyaratan bahan dan warnanya akan ditentukan kemudian.
i.) Pembersihan permukaan ubin dari sisa-sisa adukan semen hanya dilakukan dengan menggunakan cairan pembersih untuk keramik seperti "Porstex" buatan lokal atau sejenisnya.
j.) Kontraktor wajib membuat shop drawing (gambar detail pelaksanaan) berdasarkan gambar dokumen kontrak yang telah disesuaikan dengan keadaan di lapangan.

2.4. PEKERJAAN DINDING HOMOGENEUS TILE
2.4.1. Lingkup Pekerjaan : Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan, alat-alat, peralatan, dan alat-alat bantu yang dibutuhkan untuk keperluan dalam pelaksanaannya pekerjaan ini sehingga diperoleh hasil pekerjaan yang baik, dilakukan meliputi seluruh detail yang disebutkan / ditunjukkan dalam gambar, yaitu untuk ruang-ruang tertentu sesuai gambar.

2.4.2. Persyaratan Bahan Guna persetujuan Direksi/ Perencana
Kontraktor harus menyerahkan contoh-contoh semua bahan yang akan dipakai; Homogenous Tile , bahan-bahan additive untuk adukan dan bahan untuk tile grouts.
a.) Bahan Homogenous Tile yang dipakai:
- Finishing Permukaan : Sesuai Gambar
- Produksi : Monalisa / setara
- Bahan Perekat : DrymixAdhesive atau setara
- Pengisi Naad : Drymix Grout atau setara
- Warna dan Texture : Sesuai Gambar
- Ukuran : Sesuai Gambar

2.4.3. Syarat - syarat Pelaksanaan
a.) Sebelum memulai pemasangan, Kontraktor harus membuat contoh pemasangan yang memperlihatkan dengan jelas pola pemasangan, warna dan groutingnya, Mock-up yang telah disetujui akan dijadikan standard minimal untuk pemasangan Homogenous Tile.
b.) Untuk kebutuhan penentuan bahan material oleh Direksi/Perencana, Kontraktor harus menyediakan brosur bahan guna pemilihan jenis bahan yang akan digunakan.
c.) Homogenous tile dipasang dengan menggunakan perekat Drymix Adhesive atau setara, siar serapat mungkin, maksimal 1 mm. Pada bagian-bagian yang dipasang vertical harus diperkuat dengan kaitan-kaitan dari pelat baja st. steel yang dipaku kuat kepada dinding.
d.) Setelah dipasang Homogenous Tile harus sama membentuk garis lurus bidang permukaan dinding harus rata dengan memakai waterpass serta tidak ada bagian-bagian yang bergelombang, celah-celah antara masing-masing unit dicor dengan air semen kental yang diberi cat warna sama dengan granitnya, dilakukan sedemikian rupa sehingga seluruh celah terisi padat. Setelah itu dipoles dengan mesin poles sehingga betul-betul rata dan dikilapkan dengan wax khusus untuk keperluan tersebut atau rubbing compound.
e.) Pemotongan Homogenous Tile harus dilakukan dengan baik dan rapi, dikerjakan oleh tenaga yang ahli, untuk itu dengan menggunakan mesin pemotong Homogenous Tile. Bahan-bahan yang dapat mengakibatkan noda-noda pada lantai seperti minyak, teak oil dan lain-lain harus dijauhkan dari permukaan lantai.

2.5. PEKERJAAN PARTISI GYPSUM

2.5.1. Lingkup Pekerjaan : Pekerjaan meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan dan alat-alat bantu lainnya untuk melaksanakan pekerjaan ini hingga diperoleh hasil yang baik dan memuaskan.

Persyaratan Bahan:
a.) Material yang dipakai:
- Jenis Panel : Gypsum board
- Rangka Penguat : Metal Furring Full System + Wiremesh M-8
- Ketebalan Min. : 12 mm
- Insulasi : Glasswool 24 kg/m2
- Finishing Panel : Cat ex. SKK/ICI
b.) Kontraktor harus mengajukan terlebih dahulu contoh-contoh bahan, contoh-contoh konstruksi (mock up) dan membuat shop drawing yang menggambarkan detail hubungan-hubungan dan sambungan-sambungan, pengangkeran konstruksi dan pemasangan semua komponen, lengkap dengan ukuran-ukurannya.

2.5.3. Syarat - syarat Pelaksanaan
a.) Pekerjaan pembuatan, penyetelan dan pemasangan dinding partisi harus dilaksanakan oleh ahlinya.
b.) Kontraktor harus memeriksa semua permukaan yang akan berhubungan dengan pekerjaan dinding dan memberitahukan Konsultan Pengawas seandainya permukaan-permukaan yang bersangkutan dalam keadaan tidak memungkinkan untuk mendapatkan pembetulan-pembetulan.
c.) Kontraktor harus mengukur setempat semua dimensi yang mempengaruhi pekerjaannya. Ukuran lapangan yang berbeda dengan shop drawing harus dikoreksi/diselesaikan bersama dengan M K untuk mendapatkan kepastian.
d.) Kontraktor harus memberikan perhitungan kekuatan atas syarat-syarat yang ditentukan.
e.) Pemasangan dan penyetelan dinding-dinding partisi harus benar-benar kuat, dan kaku dengan pemasangan yang terjamin lurus dan tegak lurus, karena dinding partisi harus tahan terhadap dorongan-dorongan/benturan-benturan yang terjadi baik oleh manusia atau perabotan kantor. Bila perlu pemasangan ke lantai dan dinding harus diperkuat dengan rangka besi yang dimasukkan ke dalam aluminium.
f.) Setiap panel harus dapat dibuka, bebas dari merusak panel yang bersebelahan. Dinding partisi yang selesai terpasang tidak menampakkan skrup-skrup penguat atau pengikat lainnya (tersembunyi).
g.) Pemasangan komponen-komponen dinding pastisi dilaksanakan sesuai dengan persyaratan pemasangan dari pabrik yang bersangkutan. Apabila ternyata dibelakang hari terbukti bahwa komponen-komponen terpasang tidak sesuai dengan jenis yang diminta/ diisyaratkan, Kontraktor wajib menggantinya atas beban Kontraktor.
h.) Kontraktor wajib memelihara dinding partisi dari kotoran-kotoran akibat air, semen, adukan, cat dan lain-lain serta mengamankannya dari benturan-benturan yang mengakibatkan cacatnya dinding partisi tersebut.

2.6. PEKERJAAN DINDING BATU ALAM

2.6.1. Lingkup Pekerjaan : Pekerjaan ini mencakup penyediaan bahan dan pemasangan berbagai jenis Batu Alam pada tempat-tempat sesuai dengan petunjuk Gambar Kerja serta persyaratan teknis ini.

2.6.2. Persyaratan Bahan
a.) Material Batu Alam yang dipakai adalah:
- Jenis: Sesuai gambar rencana
- Ukuran : Sesuai gambar rencana
- Tebal : 2 cm
- Warna/ texture : akan ditentukan kemudian
- Perekat : Drymix Adhesive atau setara

2.6.3. Syarat-syarat Pelaksanaan
a.) Pekerjaan pasangan Batu Alam bisa dilakukan setelah pekerjaan dinding benar-benar selesai.
b.) Pemasangan Batu Alam wajib memperhatikan nilai estetikanya.
c.) Sebelum pemasangan Batu Alam, permukaan dinding harus dalam keadaan kering, padat, rata dan bersih dari noda atau minyak, lemak, serta telah diukur sesuai level rencana.
d.) Batu Alam harus kokoh menempel pada alasnya dan tidak boleh berongga. Harus dilakukan pemeriksaan untuk menjaga agar bidang terpasang tetap lurus dan rata.
e.) Sambungan atau celah-celah antara batu alam harus lurus, rata dan seragam. Lebar celah/siar harus seminimal mungkin, kecuali bila ditentukan lain. Adukan harus rapi, tidak keluar dari celah/siar sambungan.
f.) Pemotongan Batu Alam harus dengan peralatan khusus, keahlian dan dilakukan hanya pada satu sisi, bila tidak dihindarkan, hasil pemotongan tersebut harus rapi halus dan tidak gompal.
g.) Pada pemasangan khusus seperti pada sudut-sudut pertemuan, pengakhiran dan bentuk-bentuk yang lainnya harus dikerjakan serapi dan sesempurna mungkin.
h.) Kontraktor wajib membuat mock-up dibidang yang akan dipasang Batu Alam seluas 1 m2 untuk mendapatkan persetujuan Konsultan Pengawas. Mock-up yang telah disetujui oleh Direksi/Konsultan Pengawas merupakan standar minimal untuk pemasangan selanjutnya.

2.7. PEKERJAAN DINDING GRC

2.7.1. Lingkup Pekerjaan
Lingkup Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan dan alat-alat bantu lainnya, untuk melaksanakan pekerjaan sehingga dapat dicapai hasil pekerjaan yang baik dan sempurna.
Pekerjaan ini meliputi profil-profil tambahan diluar maupun di dalam gedung, atau juga elemen-elemen khusus sesuai gambar arsitektur.

2.7.2. Persyaratan Bahan
a. Material GRC yang dipakai:
- Jenis Panel : GRC Board- produksi : ex. Mitra Agung/ setara
- Ukuran : Sesuai gambar, tebal 8 mm
- Rangka Penguat : Rangka utama baja WF / CNP + rangka besi siku
Finish hot dipped galvanized

b. Perhitungan Beban
Dalam perhitungan desain harus diperhitungkan :
- Beban angin, dihitung menurut BS CP3 Chapter V, Part 2 : 1973 Wind Loads, atau ketentuan lain seperti Peraturan Bangunan Nasional (Indonesia).
- Beban karena adanya kerangka jendela atau lainnya.
- Beban karena berat komponen GRC itu sendiri, baik sesudah dipasang, sewaktu membuka dari cetakan dan selama pengangkutan serta pemesanan.
- Tegangan yang diakibatkan oleh perbedaan suhu dan kelembaban, sebagai akibat dari bentuk komponen GRC sendiri.

c. Kemungkinan Gerak
Sistem pemasangan komponen GRC harus memperhitungkan kemungkinan gerakan perbedaan suhu atau kelembaban. Harus diperhitungkan agar komponen GRC bisa bergerak dengan bebas dan gerak dari bangunan sendiri tidak berpengaruh. Penyusunan GRC pada awal bisa diambil 0,5 % sedang gerak sebaliknya bisa basah karena kelembaban 0,15% Kontraktor harus mengajukan contoh finishing GRC untuk mendapat persetujuan dari Direksi/ Konsultan.

d. Penyerapan Air
Pada permukaan komponen GRC tidak timbul rembesan air yang bisa mengakibatkan permukaan dalam menjadi basah. Untuk itu dilakukan Initial Surface Absortion Test (ISAT) menurut BSI881 : Part V : 1970, dimana nilai maksimum 0,25 ml/m2 detik selama 10 menit. Atau cara lain yang sederhana, sebuah silinder berdiameter 100mm diletakkan diatas lembaran GRC berukuran 150 x 150 mm dan dibuat kedap air dengan sealant. Silinder diisi air setinggi 50 mm dan dibiarkan selama 24 jam. Bagian bawah lembar diperiksa tingkat kebasahannya atau tetesan air.

e. Sifat Terhadap Air
Menurut BS 476 : Part IV : 1970 - tidak bisa terbakar/ non combustible.
BS 476 : Part V : 1970 - tidak mungkin dinyalakan/ not easilyingnitable
BS 476 : Part VII : 1970 - Tergolong "class I"
Untuk ketahanan terhadap api, lihat BS 476: Part B : 1972

f. Defleksi
Defleksi maksimum yang diperkenalkan, dalam keadaan bagaimanapun dan sebagai akibat apapun, tidak boleh melebihi L/300, dimana L adalah ukuran komponen GRC pada arah manapun.

Bahan
Bahan GRC yang dipergunakan harus memiliki MOR ( Modulus of Rapture) sekitas 21,0 N/mm2. Prosedure test: Specification for Grades/ GRCA S0101/0380 App. A2. Bahan merupakan campuran dari glassfibal dengan adukan semen/pasir sehingga menghasilkan bahan mirip beton.

2.7.3. Syarat- syarat Pelaksanaan

a. Kerangka dan Pelengkap Pemasangan Kerangka untuk pemasangan maupun kelengkapan bantu lainnya, seperti bracket, harus memperhatikan beberapa faktor sebagai berikut : - Konstruksi berat atau ringan - Ukuran kerangka yang mungkin dibuat (tempat) - Ketahanan terhadap api yang diisyaratkan - Ketahanan terhadap lingkungan (korosi,bahan kimia dan sebagainya) Faktor keamanan sampai 5 terhadap beban dalam desain diperlukan untuk pull-out. Kerangka pemasangan harus bisa menahan semua gaya horizontal maupun vertikal yang diakibatkan oleh berat sendiri dari seluruh konstruksi maupun beban angin. Kerangka beserta pelengkap pemasangannya harus pula bisa menampung gerakan-gerakan komponen GRC yang disebabkan perbedaan suhu atau kelembaban. Umumnya untuk kerangka beserta pelengkap pemasangannya dipergunakan baja dilapis anti karat : cat zinchromate atau galvanis celup (hot dip galvanis). Penggunaan bahan untuk penutup celah harus memperhitungkan segala toleransi dalam pembuatan komponen GRC sekaligus kemungkinan perubahan/gerak pada konstruksi gedung sebagai suatu ketentuan menyeluruh.
b. Toleransi ukuran komponen GRC yang dicetak maupun jarak dalam pemasangan diatur menurut British Standart CP 297:1972 "Precast Concrete Clading" (non load bearing), dengan tambahan untuk komponen berkulit tunggal/ single skin.
c. Pemasangan
- Pemasangan harus dilaksanakan oleh tenaga ahli dari pabrik dimana bahan ini diproduksi.
- Pemasangan harus mengikuti aturan/ketentuan/ persyaratan dari pabrik.








PASAL 3

PEKERJAAN PELAPIS LANTAI

3.1. PEKERJAAN LANTAI KERAMIK

3.1.1. Lingkup Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan dan alat-alat bantu yang dibutuhkan dalam terlaksananya pekerjaan ini untuk mendapatkan hasil yang baik. Pekerjaan lantai keramik ini meliputi seluruh detail yang disebutkan / ditunjukkan dalam gambar atau sesuai petunjuk Pengawas.

3.1.2. Persyaratan Bahan
a.) Keramik lantai : - Finishing/Permukaan : Sesuai Gambar
- Produksi : Roman/ setara
- Bahan Pengisi Siar : Drymix Grout/ setara
- Bahan Perekat : Drymix Adhesive/ setara
- Warna/ texture : Sesuai Gambar rencana
- Ukuran : Sesuai Gambar rencana
b.) Pengendalian seluruh pekerjaan ini harus sesuai dengan peraturan-peraturan ASTM, peraturan Keramik Indonesia (NI-19), PVBI1982.
c.) Bahan-bahan yang dipakai sebelum dipasang terlebih dahulu harus diserahkan contoh-contohnya untuk mendapatkan persetujuan Pengawas.
d.) Kontraktor harus menyerahkan 2 copy ketentuan dan persyaratan teknis operatif dari pabrik sebagai informasi bagi Pengawas.
e.) Material lain yang tidak terdapat pada daftar tersebut tetapi dibutuhkan untuk penyelesaian / penggantian pekerjaan dalam bagian ini harus berkualitas terbaik dari jenisnya dan harus disetujui Pengawas.

3.1.3. Syarat- syarat Pelaksanaan
a.) Pada permukaan lantai, keramik dapat langsung diletakkan dengan menggunakan perekat Drymix Adhesive atau setara, dengan memperhatikan aturan sehingga mendapatkan ketebalan lantai seperti tertera pada gambar.
b.) Keramik yang telah dipasang adalah yang telah diseleksi dengan baik warna, motif, tiap keramik harus sama tidak boleh rusak, gompal atau cacat lainnya.
c.) Pemotongan keramik harus menggunakan alat potong khusus untuk itu sesuai petunjuk pabrik.
d.) Sebelum keramik dipasang, keramik terlebih dahulu harus direndam air sampai jenuh.
e.) Pola keramik harus memperhatikan ukuran atau letak sesuai dengan yang tertera dalam gambar.
f.) Awal pemasangan keramik pada lantai mengikuti gambar rencana dan apabila ada perbedaan gambar dan lapangan dibicarakan terlebih dahulu dengan Pengawas sebelum pekerjaan pemasangan dimulai.
g.) Bidang lantai keramik harus benar-benar rata garis-garis, sisa harus benar-benar lurus. Siar arah horizontal pada lantai yang berbeda ketinggian peil lantainya harus merupakan satu garis lurus.
h.) Keramik harus disusun menurut garis-garis lurus dengan siar maksimum 3 mm setiap perpotongan, siar harus membentuk garis lurus. Siar-siar keramik diisi dengan bahan pengisi siar sehingga membentuk setengah lingkaran seperti yang disebutkan dalam persyaratan bahan dan warnanya akan ditentukan kemudian.
i.) Kontraktor wajib membuat shop drawing (gambar detail pelaksanaan) berdasarkan gambar dokumen kontrak yang telah disesuaikan dengan keadaan dilapangan.

3.2. PEKERJAAN LANTAI HOMOGENOUS TILE

3.2.1. Lingkup Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan dan alat-alat bantu yang dibutuhkan dalam terlaksananya pekerjaan ini untuk mendapatkan hasil yang baik, dilakukan meliputi seluruh detail yang disebutkan / ditunjukkan dalam gambar , yaitu untuk ruang-ruang tertentu sesuai gambar.

3.2.2. Persyaratan Bahan Guna persetujuan Direksi/ Perencana, Kontraktor harus menyerahkan contoh-contoh semua bahan yang akan dipakai; Homogenous Tile, bahan-bahan additive untuk adakan dan bahan untuk tile grouts. a.) Bahan Homogenous Tile yang dipakai :
- Jenis: Homogenous Tile
- Finishing Permukaan : Seusia Gambar
- Merk / Produk: Monalisa / setara
- Bahan Perekat: Drymix Adhesive/ setara
- Warna/ texture: Sesuai Gambar
- Ukuran : Sesuai Gambar

3.2.3. Syarat- syarat Pelaksanaan
a.) Sebelum mulai pemasangan, Kontraktor harus membuat contoh pemasangan yang memperlihatkan dengan jelas pola pemasangan, warna dan groutingnya, Mock-up yang telah disetujui akan dijadikkan standard minimal untuk pemasangan Homogenous Tile.
b.) Untuk kebutuhan penentuan bahan material oleh Direksi/ Perencana, Kontraktor harus menyediakan brosur bahan guna pemilihan jenis bahan yang akan digunakan.
c.) Homogenous Tile dipasang dengan menggunakan perekat Drymix Adhesive atau setara, siar serapat mungkin, maksimal 1 mm.
d.) Setelah dipasang Homogenous Tile harus sama membentuk garis lurus bidang permukaan lantai harus rata dengan memakai waterpass serta tidak ada bagian-bagian yang bergelombang, celah-celah antara masing-masing unit dicor dengan air semen kental yang diberi cat warna sama dengan granitnya, dilakukan sedemikian rupa sehingga seluruh celah terisi padat.
e.) Pemotongan Homogenous Tile harus dilakukan dengan baik dan rapi, dikerjakan oleh tenaga yang ahli, untuk itu dengan menggunakan mesin pemotong Homogenous Tile. Bahan-bahan yang dapat mengakibatkan noda-noda pada lantai seperti minyak, residu, teak oil dan lain-lain harus dijauhkan dari permukaan lantai.

3.3. PEKERJAAN LANTAI FLOOR HARDERNER

3.3.1. Lingkup Pekerjaan
Lingkup Pekerjaan ini meliputi pekerjaan pada lantai ruang sesuai yang tercantum dalam gambar kerja.

3.3.2. Persyaratan bahan perkerasan lantai / Floor Hardener bersifat anti slip, anti gores, tahan terhadap minyak, lemak, bahan kimia menurut standart Mutu Internasional, DIN 18555 dan berfungsi lapisan permikaan akhir/finish. Bahan lengkap dengan primer jika diisyaratkan oleh bahan tersebut. Bahan yang digunakan adalah : - Jenis : Floor Harderner - Komposisi : 5kg/m2 - Produksi : SIKA - Chapdur / setara - Warna: Natural.

3.3.3. Syarat - syarat Pelaksanaan
a. Sebelum pelaksanaan pekerjaan, permukaan semua bahan / material yang termasuk dalam pekerjaan harus bersih dan bebas dari debu, minyak, air, dan noda maupun kotoran lainnya yang dapat mengurangi efektifitas perekatan. Peil atau elevasi permukaan tersebut harus sudah disetujui Pengawas.
b.) Apabila dari bahan / material yang dipakai mengandung bahan dasar yang beracun atau membahayakan keselamatan manusia, maka kontraktor harus menyediakan peralatan pelindung misalnya masker, sarung tangan dan sebagainya yang harus dipakai pada pelaksanaan pekerjaan.
c.) Persiapan permukaan :
- Permukaan harus rata, halus, bersih dan bebas dari debu, lemak, minyak partikel bahan / material lain yang terlepas, pecahan atau bubuk, semen dan kotoran maupun noda lain.
- Bagian - bagian yang retak dan berlubang harus diperbaiki dan ditambal.
- Lantai harus padat, keras dan kering betul.
d.) Sebelum pekerjaan dilakukan, Kontraktor harus menyerahkan contoh bahan, kepada Pengawas untuk disetujui dalam pelaksanaan.
e.) Contoh bahan, warna dan contoh percobaan pekerjaan yang telah disetujui Pengawas, akan dipakai sebagai standar minimal dalam pemeriksaan dan penerimaan bahan/hasil pekerjaan yang dikerjakan oleh Kontraktor.
f.) Kontraktor harus membuat tempat penyimpanan contoh bahan/hasil contoh pekerjaan di direksi keet serta harus senantiasa menjaga keamanannya.
g.) Jika bahan/material Floor Hardener dan primernya terdiri dari dua atau lebih komponen, maka perbandingan antara komponen-komponen tersebut dalam sebuah campuran harus sesuai spesifikasi pabrik. Pengadukan harus mengikuti spesifikasi pabrik, dilakukan dengan alat pengaduk mekanis hingga campuran homogen, bebas dari gumpalan-gumpalan dan berbentuk bubur yang halus.
h.) Pelaksanaan segera setelah campuran memenuhi persyaratan tersebut diatas, dilakukan dengan sikat/ kuas, roller, skrap atau alat yang diisyaratkan pabrik. Tebal lapisan floor hardener adalah berdasarkan komposisi 5 kg/m2. Kecukupan material harus dipenuhi untuk mendapatkan daya sebar yang direkomendasikan.
i.) Perawatan / Curing dan Perbaikan
Selang waktu dari selesainya pelaksanaan pelapisan sehingga pemakaian minimal 7 (tujuh) hari atau sesuai spesifikasi pabrik. Selama waktu perawatan tersebut tidak diperkenankan adanya pembebanan dan lalu lintas.
j.) Pelaksanaan Pelapisan perkerasan lantai harus dengan cermat dan seksama hingga peil finish permukaan sesuai Gambar Kerja.
k.) Untuk permukaan lantai yang luas perlu pengerjaan yang berkesinambungan untuk memastikan aplikasi pada waktu yang tepat.
l.) Aplikasi dilaksanakan dalam 2 tahap :
- Aplikasi pertama adalah menyebarkan pada permukaan yang rata 3 kg/m2 di atas permukaan beton. Ketika material secara keseluruhan terlihat gelap karena kelembaban penyerapan dari beton, permukaan dapat digosok. Gosokkan kayu atau pada daerah yang luas, dapat menggunakan mesin poles. Penting halnya untuk tidak menggosok permukaan secara berlebihan.
- Segera setelah penggosokkan, sisa floor hardener sebanyak 2 kg/m2 diaplikasikan di atas permukaan secara merata. Sekali lagi pada saat kelembaban telah diserap, permukaan dapat digosok seperti cara sebelumnya.
- Untuk menyelesaikan akhir dari penggosokkan dengan mesin poles dapat dilakukan ketika lantai telah cukup keras sehingga tidak menimbulkan kerusakan.


PASAL 4

PEKERJAAN PLAFOND

4.1. PEKERJAAN PLAFOND GYPSUM BOARD

4.1.1. Lingkup Pekerjaan
Meliputi bahan langit-langit gypsum dan konstruksi penggantungnya, penyediaan tempat serta pemasangan plafond gypsum dan penggantungnya pada tempat-tempat yang ditentukan gambar kerja.

4.1.2. Persyaratan Bahan
Bahan yang dipakai : Gypsum Board
Produksi: Jaya Board/Knauf/ setara
Tebal : 1200mm x 2400mm
Rangka Penggantung : Metal Furring System
Modul Rangka : Sesuai gambar kerja
Ukuran Rangka : Sesuai gambar kerja

4.1.3. Syarat- syarat Pelaksanaan
a. Bahan-bahan yang akan dipasang harus dalam keadaan baik dan sudah disetujui oleh Pengawas.
b.) Sebelum pemasangan gypsum board rangka yang terpasang harus sudah diwaterpass, pemasangan gypsum dilakukan dengan scrup gypsum. Lubang-lubang bekas paku dan sambungan antar unit plafond harus ditutup dengan menggunakan plester dan compound kemudian setelah kering diratakan menggunakan amplass.
c.) Setelah terpasang permukaan langit-langit harus rata waterpass dan tidak bergelombang (toleransi kecembungan maksimal 2mm untuk jarak 2m).
d.) Penyelesaian akhir menggunakan cat dengan cara sesuai rekomendasi pabrik untuk cat yang berlaku hasil akhir berupa bidang rata tanpa naat.
e.) Lembar yang retak dan rusak setelah dipasang harus diganti.

4.2. PEKERJAAN PLAFOND AKUSTIK

4.2.1. Lingkup Pekerjaan
a. Dalam pekerjaan ini meliputi penyediaan tengan kerja, bahan-bahan, biaya, peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang diperlukan dalam pekerjaan ini hingga dapat dicapai hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna.
b. Pekerjaan ini dilakukan meliputi seluruh pemasangan plafond akustik termasuk pemasangan list plafond metal, atau list plafond, sesuai yang disebutkan / ditunjukkan dalam gambar dan sesuai petunjuk Manajemen Konstruksi.
4.2.2. Persyaratan Bahan
a. Bahan Accoutic :
- Material: Bio Mineral Wool
- Produk : Knauf/ OWAS6a / setara
- System : Semi concealed dengan Maintee T=24mm
- Pattern Type : Star
- Size : 15mmx600x600mm, atau sesuai dengan gambar

b. Bahan Rangka : Sebagai rangka penggantung langit-langit digunakan rangka Maintee berbahan dasar metal galvanis (supporting system) yang dapat di stel untuk mengatur ketinggiannya/ dilengkapi adjusment spring, produk Knauf/ OW A atau produk lain yang setara, perletakkan dan ukuran rangka yang digunakan sesuai gambar dan sesuai perhitungan.
- Material: Hot Dipped Galvanized Steel
- Produk : Harus satu sistem dengan merek Panel(Fusystem)
- System : Semi concealed dengan Maintee T=24mm
- Rangka : FuSystem
- Ketebalan rangka : min. 0.4 mm
- Perimeter Trim : FuSystem

c. Accoustic Tile yang terbuat dari Bio Mineral Wool tersebut harus memenuhi beberapa persyaratan antara lain:
- Noise Reduction Coefficient (NRC) minimum 0.60, memenuhi ASTM C423.
- Sound Transmission Class/Loss 30-40, memenuhi ASTM E 1414 Ceiling Attenuation Class.
- Sound Articulation Class, memenuhi ASTM E 1111 Articulation Class (AC).
- Relative Humidity minimum 95%.
- Light Reflectance diatas 75% (white surface).
- Flame spread 0-25 (ASTM E 84) 25 (Fed.Spec. SS-S-118A) Class 25 (UILabel) 25.

4.2.3. Syarat - syarat Pelaksanaan
a.) Sebelum Kontraktor melakukan pemesanan, terlebih dahulu mengajukan contoh dari bahan kepada M K untuk mendapatkan persetujuan secara tertulis. Bahan accoutic tiles yang datang harus dalam pembungkus asli.
b.) Bahan-bahan yang dipakai, sebelum dipasang terlebih dahulu harus diserahkan contoh-contohnya untuk mendapatkan perstujuan dari Perencana dan M K.
c.) Kontraktor harus menyerahkan 2 (dua) copy ketentuan dan persyaratan teknis operatif dari pabrik sebagai informasi bagi Manajemen Konstruksi (M K).
d.) Material lain yang tidak terdapat pada daftar di atas tetapi diperlukan untuk penyelesaian/ penggantian pekerjaan dalam bagian ini, harus benar-benar baru, berkualitas terbaik dari jenisnya dan harus disetujui Manajemen Konstruksi.
e.) Rangka langit-langit accoustic tiles dibuat dari profil-profil logam galvanized dengan bentuk, ukuran dan pola pemasangan sesuai dengan gambar untuk itu.
f.) Batang-batang profil untuk rangka langit-langit yang dipasang adalah main runner, connector, wire clip, z-section, T-section, spline, perimeter trim, wall spring suspension / kawat seng BWG 14 dan lainnya sebagainya yang telah diseleksi dengan baik, lurus, rata , tidak ada bagian yang bengkok atau melengkung atau cacat lainnya dan telah disetujui oleh M K.
g.) Seluruh rangka langit-langit digantungkan pada pelat beton atau rangka atap dengan menggunakan penggantung dari logam galvanized suspension / kawat seng BW G 14 yang dapat diatur ketinggiannya dan dibuat sedemikian rupa sehingga seluruh rangka dapat melekat dengan baik dan kuat pada pelat beton / rangka atap dan tidak dapat berubah bentuk lagi.
h.) Setelah seluruh rangka langit-langit terpasang seluruh permukaan rangka harus rata, lurus dan waterpass, tidak ada bagian yang bergelombang, dan batang-batang rangka lurus saling tegak lurus.
i.) Bahan penutup langit-langit yang digunakan adalah accoustic tiles dengan ukuran sesuai gambar produk yang dipakai.
j.) Acoustic Tile yang dipasang adalah acoustic tile yang telah dipilih dengan baik, bentuk dan ukuran masing-masing unit sama, tidak ada bagian yang retak, gompal atau cacat lainnya dan telah mendapat persetujuan dari Manajemen Konstruksi.
k.) Acoustic tile dipasang dengan pola pemasangan sesuai gambar. Dan setelah acoustic tiles terpasang, bidang permukaan langit-langit harus rata,lurus dan waterpass dan tidak bergelombang, serta sambungan antara unit-unit acoustic tile harus merupakan garis lurus dan rata.
l.) Pada beberapa tempat tertentu harus dibuat manhole atau access panel dilangit-langit yang bisa dibuka, tanpa merusak acoustic tiles dan sekelilingnya, untuk keperluan pemeriksaan / pemerliharaan M E.
m.) Setelah dipasang, semua bidang plafon dicek levelnya serta rata permukaannya.
n.) Pekerjaan ini dikerjakan oleh Pemborong yang berpengalaman dibawah supervisi / perwakilan dari pabrik bersangkutan dan dengan tenaga-tenaga ahli.
o.) Pada pekerjaan langit-langit perlu diperhatikan akan adanya pekerjaan lain yang dalam pelaksanaannya sangat erat hubungannya dengan pekerjaan langit-langit seperti perletakan lampu, diffuser, fire detector dan lain-lain.
p.) Sebelum dilaksanakan pemasangan langit-langit, pekerjaan lain yang berada diatasnya harus sudah terpasang dengan baik dan sempurna.
q.) Harus diperhatikan adanya disiplin lain diantaranya pekerjaan elektrikal dan perlengkapan instalasi yang diperlukan. Bila pekerjaan tersebut tidak tercantum dalam gambar rencana langit-langit, harus diteliti dalam gambar Elektrikal, Plumbing, AC dan lain-lain.


4.3. PEKERJAAN PLAFOND CALSIUM SILICATE

4.3.1. Lingkup pekerjaan ini meliputi penyediaan bahan langit-langit Calsium Silicate ukuran 6mm dan konstruksi penggantungnya, penyiapan tempat serta pemasangan plafond dan konstruksi penggantungnya pada tempat-tempat yang tercantum pada gambar. Kondisi langit-langit sebelum pemasangan harus benar-benar kering.
4.3.2. Persyaratan bahan-bahan : Calcium Silicate exlocal. Ketebalan : 6mm dengan modul 0,60 x 0,60m Rangka penggantung : Metalfurring Fusystem.
4.3.3. Syarat-syarat Pelaksanaan
a. Cara penggantungan harus sesuai dengan gambar detail.
b. Lembaran-lembaran calcium silicate yang dipasang telah dipilih dengan baik (tidak retak dan cacat) dan telah mendapat persetujuan dari Pemberi Tugas.
c. Struktur rangka harus rata dan tidak bergelombang. Sambungan antara unit-unit lembaran atau antara lembaran dan dinding adalah dengan kompon gypsum tahan air dan cat gloss warna putih.


PASAL 5

PEKERJAAN PENGECATAN DINDING

5.1. PENGECATAN DINDING

5.1.1. Lingkup pekerjaan meliputi pekerjaan pengecatan semua permukaan dan area yang ada pada gambar dan yang disebutkan secara khusus, dengan warna dan bahan yang sesuai dengan petunjuk Pengawas. Pekerjaan ini berdasarkan standard :
a. PUBI : 54, 1982
b. PUBI : 58, 1982
c. NI : 4
d. ASTM : D-361
e. BS No. : 3900, 1970
f. AS : K-41

5.1.2. Persyaratan Bahan
a. Kontraktor harus menyiapkan contoh pengecatan tiap warna dan jenis pada bidang-bidang transparan berukuran 30x30 cm. Dan pada bidang tersebut harus dicantumkan dengan jelas warna, formula cat, jumlah lapisan dan jenis lapisan (dari cat dasar s/d lapisan akhir).
b. Semua bidang contoh tersebut harus diperlihatkan kepada Direksi/ Pengawas. Jika contoh-contoh tersebut telah disetujui secara tertulis oleh Pengawas, barulah Kontraktor melanjutkan dengan pembuatan mock-up seperti tersebut di atas.
c. Kontraktor harus menyerahkan kepada Pengawas untuk kemudian akan diteruskan kepada Pemberi Tugas minimal 5 galon tiap warna dan jenis cat yang dipakai. Kaleng-kaleng cat tersebut harus tertutup rapat dan mencantumkan dengan jelas identitas cat yang ada didalamnya. Cat ini akan dipakai sebagai cadangan untuk perawatan, oleh Pemberi Tugas.
d. Bahan/ produk yang dipakai untuk pengecatan Interior :
- Bahan/produk : SKK / ICI / setara
- Lapis dasar : FuSystem
- Warna : Akan ditentukan kemudian
- Jenis : Biofine / easyclean
Untuk pengecatan Exterior
- Bahan/produk : SKK / ICI / setara- Lapis dasar : FuSystem
- Warna : akan ditentukan kemudian - Jenis : Elastrom eric

5.1.3. Syarat - syarat Pelaksanaan
- Yang termasuk pekerjaan cat dinding adalah pengecatan seluruh plesteran bangunan dan / atau bagian-bagian lain yang ditentukan gambar.
- Untuk dinding Interior sebelum dinding diplamur, plesteran sudah harus betul-betul kering tidak ada retak-retak dan Kontraktor meminta persetujuan kepada Konsultan Pengawas.
- Pekerjaan plamur dilaksanakan dengan pisau plamur dari plat baja tipis dan lapisan plamur dibuat setipis mungkin sampai membentuk bidang yang rata.
- Sesudah 7 hari plamur terpasang, kemudian dibersihkan, selanjutnya bila dinding sudah kering/tidak lembab dinding bisa di cat dengan menggunakan roller.
- Untuk dinding Exterior sebelum dinding diberi cat lapis dasar, plester sudah harus betul-betul kering tidak ada retak-retak dan Kontraktor meminta persetujuan kepada Konsultan Pengawas.
- Dinding Exterior tidak menggunakan plamur, tetapi menggunakan cat dasar (Fusystem), yaitu cat dasar berbahan dasar air yang berkualitas tinggi serta menambah daya rekat cat.
- Sesudah 7 hari cat dasar terpasang, kemudian dibersihkan, selanjutnya bila dinding sudah kering/ tidak lembab dinding bisa dicat dengan menggunakan roller.
- Lapisan pengecatan dinding Interior terdiri dari 1 (satu) lapis plamur / Wallfiller yang dilanjutkan dengan 3 (tiga) lapis emulsion dengan kekentalan cat sebagai berikut:
- Lapis Lencer (tambah 20% air).* Lapis kental
- Lapis encer
- Lapisan pengecatan dinding Exterior terdiri dari 1 (satu) lapis alkali resisting sealer yang dilanjutkan dengan 3 (tiga) lapis emulsion dengan kekentalan cat sama seperti pengecatan dinding Interior.
- Untuk warna-warna yang sejenis, Kontraktor diharuskan menggunakan kaleng-kaleng dengan nomor pencampuran (batch number) yang sama.
- Setelah pekerjaan cat selesai, bidang dinding merupakan bidang yang utuh, rata, licin, tidak ada bagian yang belang dan bidang dinding dijaga terhadap pengotoran-pengotoran. Apabila terjadi pengotoran dinding, sebelum serah terima, Kontraktor wajib mengecat kembali.

5.2. PENGECATAN PLAFOND/LANGIT-LANGIT

5.2.1. Lingkup pekerjaan yang termasuk dalam pekerjaan cat langit-langit adalah langit-langit gypsum, pelat beton atau bagian-bagian lain yang ditentukan gambar.
5.2.2. Persyaratan Bahan cat yang digunakan
- Produk : SKK / ICI / setara
Warna : akan ditentukan kemudian
Plamur : FuSystem
5.2.3. Syarat-syarat pelaksanaan selanjutnya semua metode/prosedur sama dengan pengecatan dinding dalam, kecuali tidak digunakannya lapis alkali resistance pada pekerjaan langit-langit ini.

5.3. PENGECATAN MATERIAL BESI

5.3.1. Lingkup pekerjaan yang termasuk dalam pekerjaan pengecatan material besi adalah seluruh bagian-bagian pekerjaan besi yang ditentukan dalam gambar.
Persyaratan Bahan cat yang digunakan
- Produk cat yang digunakan adalah : Cat Duco ex. Nippon paint/ setara
- Warna : akan ditentukan kemudian
Syarat- syarat Pelaksanaan
a. Pekerjaan cat dilakukan setelah bidang yang akan dicat, selesai diamplas halus dan bebas debu, oli dan lain-lain.
b. Sebagai lapisan dasar anti karat dipakai DuluxQD Universal Primer Green sebagai cat dasar 1 kali.
c. Pengecatan dilakukan dengan menggunakan semprot dengan compressor 2 lapis.
d. Setelah pengecatan selesai, bidang cat harus licin, utuh mengkilap, tidak ada gelembung-gelembung dan dijaga terhadap pengotoran-pengotoran.

5.4. PENGECATAN MATERIAL KAYU
Untuk finishing kayu terdiri dari 2 macam pengecatan antara lain:
Cat duko dan melamik

5.4.1. PEKERJAAN CAT DUCO
5.4.1.1. Lingkup pekerjaan yang termasuk pekerjaan ini adalah seluruh bidang-bidang pekerjaan kayu dan besi yang ditentukan dalam gambar.
5.4.1.2. Persyaratan Bahan
- Produk : Danapaints / setara
- Warna : Akan ditentukan kemudian
5.4.1.3. Syarat- syarat Pelaksanaan
a. Semua bidang permukaan kayu dan atau besi yang akan dicat duco harus dilapisi melaminto. Pekerjaan cat dilakukan setelah bidang yang akan dicat selesai diamplas halus dan dibersihkan dari debu, minyak dan kotoran yang mungkin melekat disitu.
b. Sesudah betul-betul bersih, sambungan dihaluskan dengan amplas Duco yang halus, kemudian debu bekas amplas tersebut dibersihkan.
c. Cat yang dipakai adalah dari kualitas terbaik. Pewarna yang dipakai mempunyai daya sebar 8 -10 m2 per liter satu lapis. Warna akan ditentukan kemudian oleh Konsultan Perencana.
d. Untuk pengecatan pada bahan besi, sebagai lapisan dasar anti karat dipakai cat dasar ex. Danapaints / setara.
e. Pengecatan dilakukan dengan menggunakan semprot dengan compressor 2 lapis.
f. Setelah pengecatan selesai, bidang cat harus licin, untuk mengkilap, tidak ada gelembung-gelembung dan dijaga terhadap pengotoran-pengotoran.

5.4.2. PEKERJAAN FINISHING MELAMIK
5.4.2.1. Lingkup Pekerjaan yang termasuk pekerjaan ini adalah seluruh bidang-bidang pekerjaan kayu yang terlihat didalam bangunan utama, panil-panil, lis-lis, pekerjaan interior serta bagian-bagian lain yang ditentukan dalam gambar.
5.4.2.2. Persyaratan Bahan
- Produk : IMPRA
- Warna : akan ditentukan kemudian
5.4.2.3. Syarat - syarat Pelaksanaan
a. Semua permukaan kayu yang hendak dimelamik, dibersihkan dari debu minyak dan kotoran yang mungkin melekat disitu.
b. Sesudah betul-betul bersih, digosok dengan amplas kayu agar supaya seluruh permukaan kayu rata dan licin, tidak lagi terdapat serat kayu yang tidak rata pada permukaan kayu tersebut.
c. Apabila seluruh permukaan kayu sudah licin, pori-pori kayu harus ditutup dengan melamic wood filler secukupnya, kemudian digosok dengan kain halus dan rata.
d. Permukaan kayu yang telah diplamur dengan wood filler tersebut, dihaluskan dengan amplas duco yang halus, kemudian debu bekas amplas tersebut dibersihkan.
e. Petunjuk lainnya mengikuti petunjuk dari pabrik atau brosur produk tersebut.
f. Warna finishing melamik akan ditentukan kemudian oleh Konsultan Perencana.


PASAL 6

PEKERJAAN WATERPROOFING

6.1. PEKERJAAN WATERPROOFING ATAP, TOILET, BASEMENT, DLL.

6.1.1. Lingkup pekerjaan
a. Yang termasuk pekerjaan ini adalah penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan peralatan dan alat-alat bantu lainnya termasuk pengangkutannya yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan ini sesuai dengan yang dinyatakan dalam gambar, memenuhi uraian syarat-syarat dibawah ini serta memenuhi spesifikasi dari pabrik yang bersangkutan.
b. Bagian yang diwaterproofing : - Pelat atap dan talang-talang beton. - Daerah toilet pada lantai 2 ke atas. - Ground Reservoir. - Basement. - Bagian-bagian lain yang dinyatakan dalam gambar.

6.1.2. Persyaratan Bahan
a. Persyaratan standar Mutu Bahan. Standar dari bahan dan produksi yang ditentukan oleh pabrik dan standar-standar lainnya seperti :
- ASTM D 5
- ASTM D 146
- ASTM D 4037
Kontraktor tidak dibenarkan merubah standar dengan cara apapun tanpa ijin dari Perencana / Direksi Lapangan.

b. Bahan harus didatangkan ke tempat pekerjaan dalam keadaan baik dan tidak bercacat. Beberapa bahan tertentu harus masih bersegel dan berlabel pabrik.
c. Bahan harus disimpan ditempat yang terlindung, tertutup, tidak lembab, kering dan bersih, sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan.
d. Tempat penyimpanan harus cukup, bahan ditempatkan dan dilindungi sesuai dengan jenisnya.
e. Kontraktor bertanggung jawab atas kerusakan bahan-bahan yang disimpan, baik sebelum atau selama pelaksanaan.

6.1.2.1. Waterproofing Untuk Plat Atap
- Bagian-bagian yang diberi waterproofing adalah pelat-pelat beton yang berfungsi sebagai atap dan sebagai talang.
- Lapisan waterproofing dengan system
MEMBRANETORCH Merk Sikaproof 300RM ex. SIKA/ setara, dengan komposisi 300 gram/m2, sebelum pemasangan dimulai, Kontraktor harus memastikan bahwa kemiringan pelat beton sudah cukup untuk mengalirkan air hujan ke pipa-pipa pembuangan (kemiringan minimal 2%).
- Semua cara pemasangan, cara-cara pelapisan sampai dengan perlindungan permukaan setelah pemasangan harus mengikuti petunjuk-petunjuk yang dikeluarkan oleh pabrik/produsen.
Warna bahan waterproofing akan ditentukan kemudian oleh Konsultan Perencana.
6.1.2.2. Waterproofing untuk toilet dan Reservoir, Pantry, dll - Waterproofing pada daerah tersebut serta bagian-bagian yang tidak terexposed langsung pada matahari. Dengan menggunakan system coating, bahan terbuat dari campuran semen kwarsa halus, merk SIKA top 107 seal ex. SIKA/ setara.
- Pemakaian lapisan waterproofing dengan komposisi 2 kg/m2.
- Cara pemasangan mulai dari persiapan permukaan yang akan dilapisi, cara pelapisan, ketebalan lapisan sampai dengan perlindungan permukaan setelah pemasangan harus mengikuti petunjuk yang dikeluarkan oleh pabrik/produsen.
6.1.2.3. Waterproofing Untuk Basement
- Waterproofing pada Basement memakai MEMBRANE TORCH Merk SIKA proof 300 RM/ setara, dengan komposisi 300 gram/m2. Pemasangan harus mengikuti petunjuk yang dikeluarkan oleh pabrik/produsen.

6.1.3. Syarat- syarat Pelaksanaan
a. Semua bahan sebelum dikerjakan harus ditunjukkan kepada Konsultan Pengawas untuk mendapatkan persetujuan, lengkap dengan ketentuan/persyaratan pabrik yang bersangkutan.
b. Sebelum pekerjaan ini dimulai permukaan bagian yang akan diberi lapisan ini harus dibersihkan sampai keadaan yang dapat disetujui oleh Konsultan Pengawas. Peil dan ukuran harus sesuai gambar.
c. Cara-cara pelaksanaan pekerjaan harus mengikuti petunjuk dan ketentuan pabrik yang bersangkutan dan atas persetujuan Pengawas.
d. Bila ada perbedaan dalam hal apapun antar gambar, spesifikasi dan lainnya, Kontraktor harus segera melaporkan kepada Pengawas sebelum pekerjaan dimulai. Kontraktor tidak dibenarkan memulai pekerjaan disuatu tempat dalam hal ada kelainan/ perbedaan ditempat itu, sebelum kelainan tersebut diselesaikan.
e. Permukaan harus dibersihkan dari debu, kotoran dan minyak dengan menggunakan air bertekanan tinggi, termasuk juga bagian yang keropos harus dipahat dan dicuci.
f. Kelembaban harus tetap dipertahankan selama 6 hari dan jangka waktu tersebut permukaan dinding harus disiram air.
Pengujian
Kontraktor diwajibkan melakukan percobaan-percobaan dengan cara memberi air di atas permukaan yang diberi lapisan kedap air dan pelaksanaan pekerjaan dapat dilakukan setelah mendapat persetujuan dari Konsultan M K.

6.1.3.1. Pengujian Material
- Kontraktor wajib mengajukan contoh dari semua bahan, brosur lengkap dan jaminan dari pabrik.
- Bilamana diinginkan, Kontraktor wajib membuat mock-up sebelum pekerjaan dimulai.

6.1.3.2. Pengamanan Pekerjaan
- Kontraktor wajib mengadakan perlindungan terhadap pemasangan yang telah dilakukan, terhadap kemungkinan pergeseran, lecet permukaan atau kerusakan lainnya.
- Kalau terdapat kerusakan yang bukan disebabkan oleh tindakan pemilik atau pemakai pada waktu pekerjaan ini dilakukan / dilaksanakan maka Kontraktor harus memperbaiki / mengganti sampai dinyatakan dapat diterima oleh Konsultan M K. Biaya yang timbul untuk pekerjaan ini adalah tanggung jawab Kontraktor.


PASAL 7
PEKERJAAN ALUMINIUM

7.1. PEKERJAAN KOSEN ALUMINIUM

7.1.1. Lingkup pekerjaan
a. Menyediakan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan dan alat bantu lainnya untuk melaksanakan pekerjaan sehingga dapat dicapai hasil pekerjaan yang baik dan sempurna.
b. Pekerjaan ini meliputi kosen pintu, kosen jendela, kosen bovenlight seperti yang dinyatakan/ditunjukkan dalam gambar serta shop drawing.

7.1.2. Persyaratan Bahan
a. Persyaratan Bahan yang digunakan harus memenuhi uraian dan syarat-syarat dari pekerjaan aluminium serta memenuhi ketentuan-ketentuan dari pabrik yang bersangkutan.
- Bahan yang dipakai : Merek YKK/ setara
- Bentuk profil : Sesuai gambar rencana
- Warna profil : Akan ditentukan kemudian - Finish : Anodized

b. Persyaratan bahan yang digunakan harus memenuhi uraian dan syarat-syarat dari pekerjaan alumunium serta memenuhi ketentuan-ketentuan dari pabrik yang bersangkutan.
c. Konstruksi kosen aluminium yang dikerjakan seperti yang ditunjukkan dalam detail gambar termasuk bentuk dan ukurannya. Kosen-kosen Aluminium khususnya pintu harus mampu untuk menahan engsel-engsel pintu panel yang cukup berat.
d. Bahan yang akan diproses fabrikasi harus diseleksi terlebih dahulu sesuai dengan bentuk toleransi ukuran, ketebalan, kesikuan, kelengkungan dan pewarnaan yang dipersyaratkan.
e. Untuk keseragaman warna diisyaratkan, sebelum proses fabrikasi warna profil-profil harus diseleksi secermat mungkin. Kemudian pada waktu fabrikasi unit-unit, jendela, pintu partisi dan lain-lain, profil harus diseleksi lagi warnanya sehingga dalam tiap mesin harus sedemikian rupa sehingga diperoleh hasil yang telah dirangkai untuk jendela, dinding dan pintu mempunyai toleransi sebagai berikut:
- Untuk tinggi dan lebar 1mm
- Untuk diagonal 2mm
f. Assesoris sekrup dari stainless steel galvanised kepala tertanam, weather strip dari vinyl, pengikat alat penggantung yang dihubungkan dengan aluminium harus ditutup caulking dan sealant. Angkur-angkur untuk rangka/kosen aluminium terbuat dari steel plate tebal 2 - 3 mm, dengan lapisan zink tidak kurang dari 13 micron sehingga dapat bergeser.
g. Bahan finishing treatment untuk permukaan kosen jendela dan pintu yang bersentuhan dengan bahan alkaline seperti beton, aduk atau plester dan bahan lainnya harus diberi lapisan finish dari laquer yang jernih atau anti corrosive treatment dengan insulating varnish seperti asphaltic varnish atau bahan insulation lainnya.

7.1.3. Syarat -syarat Pelaksanaan
a. Sebelum memulai pelaksanaan, Kontraktor diwajibkan meneliti gambar-gambar dan kondisi lapangan (ukuran dan peil lubang dan membuat contoh jadi untuk semua detail sambungan dan profil aluminium yang berhubungan dengan system konstruksi bahan lain.
b. Prioritas proses fabrikasi, harus sudah siap sebelum pekerjaan dimulai, dengan membuat lengkap dahulu shop drawing dengan petunjuk Perencana/Konsultan Pengawas meliputi gambar denah, lokasi, merk, kualitas, bentuk, ukuran.
c. Semua frame/kosen baik untuk dinding, jendela dan pintu dikerjakan secara fabrikasi dengan teliti sesuai dengan ukuran dan kondisi lapangan agar hasilnya dapat dipertanggungjawabkan.
d. Pemotongan aluminium hendaknya dijauhkan dari material besi untuk menghindarkan penempelan debu besi pada permukaannya. Didasarkan untuk mengerjakannya pada tempat yang aman dengan hati-hati tanpa menyebabkan kerusakan pada permukaannya.
e. Pengelasan dibenarkan menggunakan non-activated gas (argon) dari arah bagian dalam agar sambungan tidak tampak oleh mata.
f. Akhir bagian kosen harus disambung dengan kuat dan teliti dengan skrup, rivet, stap dan harus cocok. Pengelasan harus rapi untuk memperoleh kualitas dan bentuk yang sesuai dengan gambar.
g. Angkur-angkur untuk rangka/kosen aluminium terbuat dari steel plate setebal 2-3 mm dan ditempatkan pada interval 600 mm.
h. Penyekrupan harus dipasang tidak terlihat dari luar dengan sekrup anti karat/stainless steel, sedemikian rupa sehingga hairline dari tiap sambungan harus kedap air dan memenuhi syarat kekuatan terhadap air sebesar 1000 kg/cm2. Celah antara kaca dan system kosen aluminium harus ditutup oleh sealant.
i. Disyaratkan bahwa kosen aluminium dilengkapi oleh kemungkinan-kemungkinan sebagai berikut :
- Dapat menjadi kosen untuk dinding kaca mati. - Dapat cocok dengan jendela geser,jendela putar, dan lain-lain. - Sistem kosen dapat menampung pintu kaca frameless. - Untuk system partisi, harus mampu moveable dipasang tanpa harus dimatikan secara penuh yang merusak baik lantai maupun langit-langit.
- Mempunyai assesoris yang mampu mendukung kemungkinan diatas.
j. Untuk fitting hardware dan reinforcing materials yang mana kosen aluminium akan kontak dengan besi, tembaga dan lainnya maka permukaan metal yang bersangkutan harus diberi lapisan chorminium untuk menghindari kontak korosi.
k. Toleransi pemasangan kusen aluminium disatu sisi dinding adalah 10 - 25 mm yang kemudian diisi dengan beton ringan/grout.
l. Khusus untuk pekerjaan jendela geser aluminium agar diperhatikan sebelum rangka kosen terpasang. Permukaan bidang dinding horizontal (perlubangan dinding) yang melekat pada ambang bawah dan atas harus waterpass.
m. Untuk memperoleh kekedapan terhadap kebocoran udara terutama pada ruang yang dikondisikan hendaknya ditempatkan mohair dan jika dapat digunakan synthetic rubber atau bahan dari synthetic resin. Penggunaan ini pada swing door dan double door.
n. Sekeliling tepi kosen yang terlihat berbatasan dengan dinding agar diberi sealant supaya kedap air dan kedap suara.
o. Tepi bawah ambang kosen exterior agar dilengkapi flashing untuk penahan air hujan.


7.2. PEKERJAAN JENDELA RANGKA ALUMINIUM

7.2.1. Lingkup Pekerjaan
a. Menyediakan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan dan alat-alat bantu lainnya untuk melaksanakan pekerjaan sehingga dapat tercapai hasil pekerjaan yang baik dan sempurna.
b. Pekerjaan ini meliputi pembuatan daun jendela panil kaca seperti yang ditunjukkan dalam gambar.

7.2.2. Persyaratan Bahan
a. Persyaratan Bahan yang digunakan harus memenuhi uraian dan syarat-syarat dari pekerjaan aluminium serta memenuhi ketentuan-ketentuan dari pabrik yang bersangkutan.
- Bahan yang dipakai : merek YKK/ setara. - Bentuk Profil : Sesuai gambar. - Warna profil: akan ditentukan kemudian. - Finish : Anodized.
b. Persyaratan Bahan yang digunakan harus memenuhi uraian dan syarat-syarat dari pekerjaan aluminium serta memenuhi ketentuan-ketentuan dari pabrik yang bersangkutan.
c. Untuk penjepit kaca dari bahan karet yang bermutu baik dan memenuhi persyaratan yang ditentukan dari pabrik, pemasangan diisyaratkan hanya 1 (satu) sambungan serta harus kedap air.
d. Untuk bahan panil daun jendela, partisi : semua bahan kaca yang digunakan harus bebas dari noda dan cacat, bebas sulfide maupun bercak-bercak lainnya dari produk PT. Asahimas.

7.2.3. Syarat-syarat Pelaksanaan
a. Sebelumnya melaksanakan pekerjaan, Kontraktor diwajibkan untuk meneliti gambar yang ada dan kondisi dilapangan (ukuran dan lubang-lubang bukaan), termasuk mempelajari bentuk, pola, layout/penempatan, cara pemasangan mekanisme dan detail-detail sesuai gambar.
b. Harus diperhatikan semua sambungan siku untuk rangka aluminium dan penguat lain yang diperlukan hingga terjamin kekuatannya dengan memperhatikan/ menjaga kerapihan terutama untuk bidang-bidang tampak tidak boleh ada cacat bekas penyetelan.
c. Semua ukuran harus sesuai gambar dan merupakan ukuran jadi.

7.3. PEKERJAAN ALUMINIUM COMPOSITE PANEL

7.3.1. Lingkup Pekerjaan
Meliputi: pengadaan bahan, tenaga kerja, peralatan, dan lain sebagainya untuk pekerjaan Aluminium Composite Panel secara lengkap, terpasang sempurna sesuai RKS.

7.3.2. Persyaratan Bahan
a. Persyaratan Bahan yang digunakan harus memenuhi uraian dan syarat-syarat dari pekerjaan Aluminium Composite Panel, serta memenuhi ketentuan-ketentuan dari pabrik bersangkutan.
- Bahan yang dipakai : Merek Alcopanel/ setara
- Tebal : minimal 4 mm
- Bentuk panel : Sesuai gambar rencana
- Warna panel : Sesuai gambar rencana
b. Bahan harus didatangkan ketempat pekerjaan dalam keadaan baik dan tidak bercacat.
c. Bahan harus disimpan ditempat yang terlindung, tertutup, tidak lembab, kering dan bersih, sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan.
d. Tempat penyimpanan harus cukup, bahan ditempatkan dan dilindungi sesuai dengan jenisnya.
e. Kontraktor bertanggung jawab atas kerusakan bahan-bahan yang disimpan, baik sebelum atau selama pelaksanaan.

7.3.3. Syarat- syarat Pelaksanaan
a. Pekerjaan penyetelan dan pemasangan dinding aluminium composite panel harus dilaksanakan oleh tenaga ahli.
b. Kontraktor harus memeriksa semua permukaan yang akan berhubungan dengan pekerjaan dinding dan memberitahukan Konsultan Pengawas seandainya permukaan-permukaan yang bersangkutan dalam keadaan tidak memungkinkan untuk mendapatkan pembetulan-pembetulan.
c. Kontraktor harus mengukur setempat semua dimensi yang mempengaruhi pekerjaannya. Ukuran lapangan yang berbeda dengan shop drawing harus dikoreksi/diselesaikan bersama dengan M K untuk mendapatkan kepastian.
d. Pemasangan dan penyetelan dinding-dinding panel harus benar-benar kuat dan kaku dengan pemasangan yang terjamin lurus dan tegak lurus.
e. Pemasangan komponen-komponen dinding panel dilaksanakan sesuai dengan persyaratan pemasangan dari pabrik yang bersangkutan. Apabila ternyata dibelakang hari terbukti bahwa komponen-komponen yang terpasang tidak sesuai dengan jenis yang diminta/ disyaratkan, kontraktor wajib menggantinya atas beban kontraktor.
f. Kontraktor wajib memelihara dinding panel dari kotoran-kotoran akibat air, semen, adukan, cat dan lain-lain serta mengamankannya dari benturan-benturan yang mengakibatkan cacatnya dinding panel tersebut.

7.4. PEKERJAAN SILICON SEALANT

7.4.1. Lingkup Pekerjaan
Meliputi: pengadaan bahan, tenaga kerja, peralatan, dan lain sebagainya untuk pekerjaan silicone sealant secara lengkap, terpasang sempurna sesuai RKS.

7.4.2. Persyaratan Bahan
a. Silicon Sealant yang digunakan adalah wacker silicon elastosil atau yang setara.
b. Bahan pelindung Aluminium harus dilindungi dengan blue protection masking tape sekualitas GINZA.

7.4.3. Syarat- syarat Pelaksanaan
a. Persyaratan bahan yang digunakan harus memenuhi uraian dan syarat-syarat dari pekerjaan aluminium serta memenuhi ketentuan-ketentuan dari pabrik yang bersangkutan.
b. Pekerjaan Silicon Sealant ini harus dilaksanakan oleh Pemborong khusus yang ahli dalam bidang pekerjaan sealant, dibuktikan dengan melampirkan CV tenaga ahli yang bersangkutan.
c. Untuk kaca, aluminium, concrete dan steel sebelum diberi perlakuan sealant harus dilakukan pembersihan, bebas dari debu, minyak dan lain sebagainya yang pembersihan dilakukan dengan Toluol.
d. Pemasangan Sealant harus dilakukan dengan menggunakan tekanan udara, karena dapat mengatur keluarnya sealant dengan baik. Sesuaikan tekanan udara untuk memperoleh pengisian joint yang cukup.
e. Jika joint sudah diisi, ratakan sealant dengan alat yang direkomendasikan oleh pabrik pembuat sealant.Masking tape harus segera diangkat sebelum sealant mengering (kira-kira 10-15 menit).
f. Silicon Sealant harus dibersihkan sebelum mengering, dengan menggunakan kain lap yang dibasahi dengan cairan pelarut.
g. Jika ada yang tercecer dan sealant sudah mengeras dapat dirapihkan dengan pisau cutter yang tajam.
h. Ukuran Joint yang dipergunakan untuk sealant minimal harus 6 mm dengan perbandingan lebar dan dalam 2:1 (sebagai contoh untuk lebar 12 mm, dalam 6 mm).


PASAL 8
PEKERJAAN KAYU

8.1. PEKERJAAN PINTU KAYU

8.1.1. Lingkup Pekerjaan
a. Menyediakan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan dan alat-alat bantu lainnya untuk melaksanakan pekerjaan sehingga dapat tercapai hasil pekerjaan yang baik dan sempurna.
b. Pekerjaan ini meliputi pembuatan daun pintu jenis kayu kamper seperti yang dinyatakan/ ditujukan dalam gambar.

8.1.2. Persyaratan Bahan-bahan Panel daun pintu : - Mutu kayu : sesuai persyaratan NI-5PKKI.
Kayu harus cukup tua, kering dengan permukaan rata, bebas dari cacat seperti mata kayu, retak-retak masa kerja dan cacat lainnya.
Jenis kayu : Kamper - Kelembaban : Disyaratkan 12%-14% - Tebal daun pintu : 40 mm.
8.1.3. Syarat -syarat Pelaksanaan
a. Daun Pintu dipasang dengan menggunakan engsel 3 buah.
b. Daun pintu harus mempunyai jarak bebas 1,6 mm pada bagian sisi dan bagian atas.
c. Untuk bagian bawah disesuaikan dengan penutup lantai.
d. Sambungan-sambungan kayu rangka pintu harus menggunakan pasak dari kayu yang sama, secara teknis harus kuat dan rapi, sesuai dengan peraturan konstruksi yang lazim.
e. Kayu yang digunakan harus utuh dan tidak boleh cacat (ada mata kayu).
f. Pemotongan kayu harus rapih dan sesuai dengan bentuk pintu.
g. Untuk daun pintu Toilet : daun pintu dengan konstruksi Plywood dengan bahan-bahan :
- Plywood ketebalan 9mm produk dalam negeri merek singa laut atau setara untuk pintu-pintu toilet.
- Semua permukaan rangka kayu harus diserut halus rata, lurus dan siku.
- Untuk perekat digunakan lem kayu yang bermutu baik merk Aica Aibon atau dengan merk yang lain yang setara.


PASAL 9

PEKERJAAN BESI

9.1. PEKERJAAN KUSEN DAN PINTU BESI

9.1.1. Lingkup Pekerjaan
a. Menyediakan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan dan alat-alat bantu lainnya untuk melaksanakan pekerjaan sehingga dapat tercapai hasil pekerjaan yang baik dan sempurna.
b. Pekerjaan ini meliputi pembuatan kusen besi dan daun pintu besi serta komponen-komponen yang berhubungan dengan pintu besi,sesuai dengan yang ditunjukkan dalam gambar rencana.

9.1.2. Persyaratan Bahan
a. Seluruh pekerjaan pintu besi harus mengikuti persyaratan standar NI-3 dan NI-5.
b. Material :
Bahan pintu besi dengan spesifikasi ex. Lion / setara
- Kusen pintu terbuat dari lembaran pelat besi (cold roller steel sheet) dengan ketebalan minimum 1,2 mm dan 1,5 mm untuk fire door.
- Bahan rangka daun pintu terbuat dari lembaran pelat besi dengan ketebalan minimun 1,2 mm dan 1,5 mm untuk fire door yang diperkuat dengan sirip-sirip penahan (rib) terbuat dari pelat baja setiap jarak 20 cm. Insulating didalam menggunakan glasswool. Tebal keseluruhan daun pintu adalah 45 mm.
- Finishing pintu besi dan kusen dengan cat bakar anti karat dan dicat menie, warna akan ditentukan oleh Wakil Pemberi Tugas atau Perencana.
- Assesoris dan iron mongery lihat door schedule.
- Kontraktor harus mengajukan contoh terlebih dahulu untuk disetujui oleh Wakil Pemberi Tugas atau Pengawas Lapangan.
- Bahan pintu harus tahan api minimal 2 jam. - Hardware pintu menggunakan merk ex. Kend/ setara.

9.1.3. Syarat - syarat Pelaksanaan
a. Kusen pintu dipasang pada tembok dengan menggunakan angkur-angkur besi.
b. Sisa-sisa las-lasan harus dibersihkan, sehingga dapat hasil yang baik.
c. Engsel dipasang 2 buah setiap daun pintu dan membuka keluar.
d. Sebelum pemasangan, Kontraktor harus menyerahkan shop drawing kepada M K untuk diperiksa shop drawing tersebut minimal harus memperlihatkan detail-detail pemasangan serta deskripsi bahan/hardware yang dipakai. Gambar-gambar tersebut harus dibuat dalam skala yang cukup besar untuk memudahkan pemeriksaan.

9.2. PEKERJAAN STAINLESS STEEL

9.2.1. Lingkup Pekerjaan
a. Menyediakan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan dan alat-alat bantu lainnya untuk melaksanakan pekerjaan Stainless Steel sehingga dapat tercapai hasil pekerjaan yang baik dan sempurna.
b. Pekerjaan ini meliputi pembuatan Tiang Bendera dan railing koridor auditorium, serta komponen-komponen yang berhubungan dengan Stainless Steel sesuai dengan yang ditunjukkan dalam gambar rencana.

9.2.2. Persyaratan Bahan
a. Seluruh pekerjaan Stainless Steel harus mengikuti persyaratan sebagai berikut:
- Pipa Stainless steel harus sesuai dengan BS 3014 grade 315 S16.
- Lembaran dan Kepingan Stainless Steel harus sesuai dengan BS 1449 Grade 315 S16.
- Stainless Steel harus memiliki lapisan akhir yang bebas dari cacat/noda, perubahan warna dan kerusakan lainnya. Finishing Stainless Steel harus diberi lapisan kilap/ digosok dengan Dull Polish No.4 kecuali kalau di atur secara tersendiri / khusus.
9.2.3. Syarat-syarat Pelaksanaan Pemasangan dan Pelaksanaan Stainless steel harus mengikuti petunjuk dari pabrik/brosur tersebut.


PASAL 10

PEKERJAAN KACA DAN CERMIN

10.1. PEKERJAAN PINTU, JENDELA KACA DAN CERMIN

10.1.1. Ruang Lingkup Pelaksanaan
a. Menyediakan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan dan alat-alat bantu lainnya untuk melaksanakan pekerjaan sehingga dapat tercapai hasil pekerjaan yang baik dan sempurna.
b. Meliputi seluruh pekerjaan kaca daun pintu, kaca jendela, kaca bouvenlight, kaca partisi dan cermin serta bagian-bagian lain seperti yang ditunjukkan dalam gambar.

10.1.2. Persyaratan Bahan
a. Kaca yang digunakan mempunyai ketebalan yang sama, mempunyai sifat tembus cahaya, dapat diperoleh dari proses tarik tembus cahaya, dapat diperoleh dari proses-proses tarik, gilas dan pengambangan (float glass).
b. Toleransi lebar dan panjang : Ukuran lebar dan panjang tidak boleh melampaui toleransi seperti yang ditentukan oleh pabrik.
c. Kesikuan : Kaca lembaran yang berbentuk segi empat, harus mempunyai sudut serta tepi potongan yang rata dan lurus, toleransi kesikuan maksimum yang diperkenankan adalah 1,5mm per meter.
d. Cacat-cacat :
- Cacat-cacat lembaran bening yang diperbolehkan harus sesuai ketentuan dari pabrik.
- Kaca yang digunakan harus bebas dari gelembung (ruang-ruang yang berisi gas yang terdapat pada kaca).
- Kaca yang digunakan harus bebas dari komposisi kimia yang dapat menganggu pandangan.
- Kaca harus bebas dari keretakan (garis-garis pecah pada kaca, baik sebagian atau seluruh tebal kaca).
- Kaca harus bebas dari gumpalan tepi (tonjolan pada sisi panjang dan lebar ke arah luar/masuk).
- Harus bebas dari benang (string) dan gelombang (wave) benang adalah cacat garis timbul yang tembus pandangan, gelombang adalah permukaan kaca yang berubah dan menganggu pandangan.
- Harus bebas dari bintik-bintik (spots), awan (cloud) dan goresan (scratch).
- Bebas lengkungan (lembaran kaca yang bengkok).
- Mutu kaca lembaran yang digunakan mutu AA.
- Ketebalan kaca lembaran yang digunakan tidak boleh melampaui toleransi yang ditentukan oleh pabrik. Untuk ketebalan kaca 5 mm kira-kira 0,3 mm.
e. Bahan Kaca :
- Kaca yang dipakai ialah kaca bening tebal 6 mm dan 8 mm clear float glass ex. ASAHI MAS atau atas persetujuan M K.
- Kaca bening setebal 12 mm tempered glass untuk pintu dengan sistem frameless.
- Bahan kaca dan cermin, harus sesuai dengan SO 189/78 dan PBVI1982.
f. Sisa kaca yang tampak maupun yang tidak tampak akibat pemotongan, harus digurinda/ dihaluskan, sehingga membentuk tembereng.
g. Semua bahan kaca sebelum dan sesudah terpasang harus mendapat persetujuan M K.

10.1.3. Syarat - syarat Pelaksanaan
a. Semua pekerjaan dilaksanakan dengan mengikuti petunjuk gambar, uraian dan syarat pekerjaan dalam buku ini.
b. Semua bahan yang telah terpasang harus disetujui M K.
c. Bahan yang telah terpasang harus dilindungi dari kerusakan dan benturan serta diberi tanda untuk mudah diketahui, tanda-tanda tidak boleh menggunakan kapur. Tanda- tanda harus dibuat dari potongan kertas yang direkatkan dengan menggunakan lem aci.
d. Pemotongan kaca harus disesuaikan dengan ukuran rangka, minimal 10 mm masuk ke dalam alur kaca pada kusen.
e. Pembersih akhir dari kaca harus menggunakan kain katun yang lunak dengan menggunakan cairan pembersih.
f. Hubungan kaca dengan kaca atau dengan material lain tanpa melalui kusen, harus diisi dengan lem silikon transparan, cara pemasangan dan persiapan pemasangan harus mengikuti petunjuk yang dikeluarkan oleh pabrik.
g. Kaca harus terpasang rapi, sisi tepi harus lurus dan rata. Tidak diperkenankan retak dan pecah pada sealant/ tepinya, bebas dari segala noda dan bekas goresan.
h. Dalam keadaan tertutup atau dibuka, kaca-kaca tidak boleh bergetar, yang menandakan kurang sempurnyanya pemasangan seal.
i. Pemasangan seal harus menjamin bahwa tidak akan terjadi kebocoran yang diakibatkan oleh air maupun udara.
j. Pemasangan kaca-kaca harus dari arah dalam bangunan.
k. Seluruh hasil pemasangan harus benar-benar rapih, bersih dan tidak ada cacat/ noda.
l. Cermin dan kaca harus terpasang rapih, sisi tepi harus lurus dan rata, tidak diperkenankan retak dan pecah pada sealant/tepinya, bebas dari segala noda dan bekas goresan.
m. Cermin yang terpasang sesuai dengan contoh yang telah diserahkan dan semua yang terpasang harus disetujui Perencana/ Pengawas.
n. Pemotongan cermin harus rapih dan lurus, diharuskan menggunakan alat potong kaca khusus.
o. Pemasangan Cermin :
- Cermin ditempel dengan dasar kayu lapis jenis M R yang disekrupkan pada klos-klos dinding , kemudia dilapis dengan plastic busa tebal 1 cm. Pemasangan cermin menggunakan penjepit aluminium siku atau sekrup-sekrup kaca yang mempunyai dop penutup stainless steel.
- Setelah terpasang cermin harus dibersihkan dengan cairan pembersih.


PASAL 11

PEKERJAAN ALAT PENGANTUNG DAN PENGUNCI

11.1. PEKERJAAN KUNCI , PEGANGAN PINTU, ENGSEL DAN DOOR CLOSER, DOOR STOPPER SERTA DOOR HOLDER

11.1.1. Lingkup Pekerjaan
a. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan dan alat-alat bantu lainnya untuk melaksanakan pekerjaan sehingga dapat tercapai hasil pekerjaan yang baik dan sempurna.
b. Pemasangan alat penggantung atau pengunci meliputi seluruh pemasangan pada daun pintu kayu, daun pintu kaca frameless, daun jendela, bouvenlight aluminium dan bagian-bagian lain seperti yang dinyatakan/ ditunjukkan dalam gambar.

11.1.2. Persyaratan Bahan
a. Semua hardware yang digunakan harus sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam buku Spesifikasi Teknis. Bila terjadi perubahan atau penggantian hardware akibat pemilihan merk, Kontraktor wajib melaporkan hal tersebut kepada M K untuk mendapatkan persetujuan.
b. Semua anak kunci harus dilengkapi dengan tanda pengenal dari plat aluminium berukuran 3 x 6 cm dengan tebal 1 mm. Tanda pengenal ini dihubungkan dengan cincin nikel ke setiap anak kunci.
c. Harus disediakan lemari penyimpanan anak kunci dengan Backed Enamel Finish yang dilengkapi kait-kaitan untuk anak kunci lengkap dengan nomor pengenalnya.
d. Kunci-kunci pintu dan pegangan pintu serta assesorisnya, untuk semua jenis pintu menggunakan produk Kend atau setara dan Solid.
e. Door stopper dan door holder, menggunakan produk Kend atau setara dan Solid.
f. Door closer, Floor Hinge menggunakan produk Kend atau setara.
g. Engsel-engsel untuk semua jenis pintu dan jendela menggunakan produk Kend atau setara dan Solid. Untuk pintu-pintu kaca menggunakan engsel lantai (floor hinges) double action dengan merk Kend atau setara. Untuk pintu-pintu besi dipakai engsel kupu-kupu dibuat khusus untuk keperluan masing-masing pintu.
Bahan / Produk :
1 Bahan kunci dan Pegangan Pintu
- Semua pintu menggunakan peralatan kunci dan pegangan pintu.
- Untuk panel-panel listrik, pintu shaft dan lain-lain, kunci yang dipakai merk Kend / setara dan Solid.
- Semua kunci-kunci tanam terpasang dengan kuat pada rangka daun pintu. Dipasang setinggi 90 cm dari lantai, atau sesuai petunjuk gambar dan atau sesuai petunjuk Konsultan Pengawas.
2 Bahan Engsel Pintu dan Jendela
- Untuk pintu-pintu panil pada umumnya menggunakan engsel pintu merk Kend/ setara dan Solid, dipasang sekurang-kurangnya 3 buah untuk setiap daun dengan menggunakan sekrup kembang dengan warna yang sama dengan warna engsel. Jumlah engsel yang dipasang harus diperhitungkan menurut beban berat daun pintunya, tiap engsel memikul maksimal 20 kg.
- Untuk pintu-pintu kaca (frameless) menggunakan engsel lantai (floor hinge) double action, merk Kend atau setara, dipasang dengan baik pada lantai sehingga terjamin kekuatan dan kerapihannya, dipasang sesuai dengan gambar.
- Untuk jendela digunakan engsel merk Kend/ setara.
- Untuk pintu-pintu aluminium menggunakan engsel merk Kend / setara dan Solid disertai pada posisi single action.
- Untuk pintu-pintu besi dipakai engsel kupu dibuat khusus untuk keperluan masing-masing pintu.
- Untuk seluruh pintu kecuali yang berengsel lantai diberi door stopper merk Kend dan Solid atau setara. Door Stopper dipasang dengan baik pada lantai dengan sekrup pintu kecuali pintu-pintu toilet, pintu utama dan pintu-pintu besi. Door holder dengan injakan karet dan spring pen release atau yang setara.

11.1.3. Syarat-syarat pelaksanaan Kontraktor wajib membuat shop drawing (gambar detail pelaksanaan) berdasarkan Gambar Dokumen Kontrak yang telah disesuaikan dengan keadaan dilapangan. Didalam shop drawing harus jelas dicantumkan Konsultan Manajemen Konstruksi dan semua data yang diperlukan termasuk keterangan produk, cara pemasangan, atau detail-detail khusus yang belum tercakup secara lengkap didalam Gambar Dokumen Kontrak, sesuai dengan Standar Spesifikasi Pabrik. Shop Drawing sebelum dilaksanakan harus disetujui dahulu oleh M K.

11.1.3.1. Pemasangan :
1 Seluruh daun pintu (kecuali ditentukan lain) dipasang Engsel 3 (tiga) Engsel atas dipasang lebih kurang 28 cm (as) dari permukaan atas pintu.
2 Engsel bawah dipasang lebih kurang 32 cm (as) dari permukaan bawah pintu. Engsel tengah dipasang ditengah-tengah antara kedua engsel tersebut.
3 Penarik pintu (doorpull) dipasang 90 cm(as) dari permukaan lantai.
4 Semua kunci-kunci tanam harus terpasang dengan kuat pada rangka daun pintu dan dipasang setinggi 90 cm(as) dari lantai.
5 Pemasangan lockcase, handle dari backplate serta door closer ditentukan oleh M K. Apabila hal tersebut tidak tercapai, Kontraktor wajib memperbaiki tanpa biaya tambah.
6 Door stopper dipasang pada lantai, letaknya diatur agar daun pintu dan kunci tidak membentur tembok pada saat pintu dibuka.
7 Door holder didasar daun pintu dipasang 6 cm dari tepi daun pintu. Pemasangan harus baik sehingga pada saat ditekan ke bawah, karet holder akan menekan lantai pada posisi yang dikehendaki. Door holder dipasang hanya pada pintu yang tidak menggunakan door closer.
8 Seluruh perangkat kunci harus bekerja dengan baik, untuk itu harus diadakan pengujian secara kasar dan halus.
9 Tanda pengenal anak kunci harus dipasang sesuai dengan pintunya.


PASAL 12

PEKERJAAN SANITAIR

12.1. PEKERJAAN PERALATAN SANITAIR

12.1.1. Lingkup Pekerjaan
a. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan dan alat-alat bantu lainnya untuk melaksanakan pekerjaan sehingga dapat tercapai hasil pekerjaan yang baik dan sempurna.
b. Pekerjaan pemasangan wastafel, urinal, kloset, kran air, perlengkapan kloset, floor drain, clean out, dll.

12.1.2. Persyaratan Bahan
Untuk wastafel, urinal, kloset, kran air, perlengkapan kloset, floor drain, shower dan assesoris lain menggunakan merk Toto/ setara.

12.1.3. Syarat- syarat Pelaksanaan
a. Sebelum pemasangan dimulai, Kontraktor wajib harus meneliti gambar-gambar yang ada dan kondisi dilapangan, termasuk mempelajari bentuk, pola, penempatan, pemasangan sparing-sparing, cara pemasangan dan detail-detail sesuai gambar.
b. Bila ada kelainan dalam hal ini apapun antara gambar dengan gambar, gambar dengan spesifikasi dan sebagainya, maka Kontraktor harus segera melaporkannya kepada Perencana/Pengawas.
c. Kontraktor tidak dibenarkan memulai pekerjaan disuatu tempat bila ada kelainan/perbedaan , sebelum kelainan tersebut diselesaikan.
d. Selama pelaksanaan harus selalu diadakan pengujian/pemeriksaan untuk kesempurnaan hasil pekerjaan dan fungsinya.
e. Kontraktor wajib memperbaiki/mengulangi/mengganti bila ada kerusakan yang terjadi selama masa pelaksanaan dan masa garansi, atas biaya Kontraktor, selama kerusakan bukan terjadi atas tindakan pemilik.
12.1.3.1. Pekerjaan Wastafel
- Wastafel yang digunakan sesuai dengan merk yang ditentukan lengkap dengan segala assesorisnya seperti tercantum dalam brosurnya. Type-type yang dipakai sesuai dengan gambar atau ketentuan.
- Wastafel dan perlengkapannya yang dipasang adalah yang telah diseleksi baik tidak ada bagian yang gompal, retak atau cacat-cacat lainnya dan telah disetujui oleh Konsultan Pengawas.
- Ketinggian dan konstruksi pemasangan harus disesuaikan dengan gambar serta petunjuk-petunjuk dari brosur/produk tersebut. Pemasangan harus baik, rapi, waterpass dan dibersihkan dari semua kotoran dan noda dan penyambungan instalasi plumbingnya tidak boleh ada kebocoran-kebocoran.

12.1.3.2. Pekerjaan Urinal
- Urinal berikut kelengkapannya yang digunakan adalah sesuai dengan merk yang telah ditentukan, type yang dipakai sesuai dengan gambar atau ketentuan.
- Urinal yang dipasang adalah urinal yang telah diseleksi dengan baik, tidak ada bagian-bagian yang gompal, retak dan cacat lainnya dan disetujui Konsultan Pengawas.
- Pemasangan urinal pada tembok menggunakan Baut Ficher atau stainless steel dengan ukuran yang cukup untuk menahan beban 20 kg tiap bautnya.
- Setelah urinal terpasang letak dan ketinggian pemasangan harus sesuai gambar. Semua celah-celah yang mungkin ada antara dinding dengan urinal ditutup dengan semen warna sama dengan urinal. Sambungan instalasi plumbingnya harus baik tidak ada kebocoran-kebocoran air.

12.1.3.3. Pekerjaan Kran Air
- Semua kran yang dipakai adalah sesuai dengan merk yang ditentukan. Ukuran disesuaikan keperluan masing-masing harus sesuai gambar plumbing dan brosur alat-alat sanitair.
- Floor drain dan Clean Out yang digunakan adalah yang dilengkapi dengan siphon dan penutup berengsel untuk floor drain dan depverchon dengan draad untuk clean out merk sesuai dengan yang ditentukan.
- Floor drain dipasang ditempat-tempat sesuai dengan gambar untuk pekerjaan tersebut.
- Floor drain yang dipasang telah diseleksi, tanpa cacat dan disetujui Konsultan Pengawas.
- Pada tempat-tempat yang akan dipasangi floor drain, penutup lantai harus dilobangi dengan rapih, menggunakan pahat kecil dengan bentuk dan ukuran sesuai ukuran floor drain tersebut.
- Hubungan pipa metal dengan beton/lantai menggunakan perekat beton kedap air Embeco ex. MTC dan pada lapis teratas setebal 5 mm diisi dengan lem Araldit ex. CIBA.
- Setelah floor drain dan clean out terpasang, pasangan harus rapih waterpass, dibersihkan dari noda-noda semen dan tidak ada kebocoran.

12.1.3.4. Pekerjaan Sink
- Sink yang digunakan ialah sesuai merk yang ditentukan typenya disesuaikan dengan gambar yang ada.
- Sink yang dipasang adalah yang telah diseleksi dengan baik sehingga tidak ada bagian yang cacat dan direkatkan dengan kuat pada dasarnya sesuai dengan gambar untuk pekerjaan tersebut.
- Setelah sink terpasang, letak ketinggian pemasangan sesuai dengan gambar untuk pekerjaan tersebut, baik waterpassnya dan bebas dari kebocoran-kebocoran air.


PASAL 13

PEKERJAAN ATAP ALUMINIUM

13.1. Lingkup Pekerjaan
Meliputi penyediaan bahan material atap, lengkap dengan peralatan dan alat bantunya, pengangkutan material dilokasi sampai dengan terpasang dengan baik.

13.2. Syarat - syarat Bahan
a. Bahan dasar atap aluminium dari perpaduan 43,5% Zinc, 55% Aluminium dan 1,5 silikon sebagai pelapis pelindung yang tahan terhadap korosi.
1 Total Bahan Dasar : 0.4 mm
2 Tebal Total : 0.45 mm
3 Berat : 4.53 kg/m2
4 Berat per satuan panjang : 3.17 kg/m
5 Pewarnaan dengan system lapisan primer yang bermutu tinggi.

b. Bahan yang digunakan adalah Zincalume produk dari PT.BHP Steel Building Product Indonesia.
c. Standar : Memenuhi Standar Nasional Indonesia BJTTAS - 40.

13.3. Syarat- syarat Pelaksanaan
a. Pemasangan atap aluminium ini agar dilaksanakan tanpa sambungan, dengan kemiringan minimal 50.
b. Setiap lembaran atap aluminium dibutuhkan 4 buah sekrup untuk setiap Gording.
c. Letak sekrup pada Gording pada puncak gelombang.
d. Pihak Kontraktor agar menyerahkan contoh bahan yang akan digunakan, dan memasangnya sesuai dengan spesifikasi yang dikeluarkan oleh pabrik.

PASAL 14

PEKERJAAN INSULASI ATAP ALUMINIUM

14.1. Lingkup pekerjaan meliputi penyediaan bahan material insulasi atap aluminium, lengkap dengan peralatan dan alat bantunya, pengangkutan material dilokasi sampai dengan terpasang dengan baik.

14.2. Syarat - syarat Bahan
a. Bahan yang digunakan adalah aluminium foil produk aircell tipe Retro Shield.
b. Bahan dasar Insulasi Atap Aluminium terdiri dari :
1 Aluminium Foil Double Sided dengan tebal 6.5 microns.
2 Bubble, berisi udara sebagai material non konductor dengan fire retardant dan dengan Anti Oxidisation High Density Polyethelene.
3 Tebal Produk 7-8 mm.
4 Refleksitas Foil 97%
5 Daya serap foil 3%
6 Berat produk 381 gr/m"
7 Anti tetesan air
8 Wiremesh M-8
14.3. Syarat - syarat Pelaksanaan
a. Pemasangan Aluminium foil dibentang kencang di atas kuda-kuda dengan dilandasi roof mesh dan dijepit atap aluminium. Aluminium foil direkatkan ke kuda-kuda dengan self drilling screw.
b. Pemasangan aluminium foil secara horizontal dengan overlap antara rol satu dengan rol lainnya berjarak 100 mm. Perekat antar overlap menggunakan duct tape.
c. Pemasangan atap aluminium dapat dilakukan setelah semua rol aluminium foil terpasang.


PASAL 15

PEKERJAAN CURTAIN WALL

15.1. Lingkup Pekerjaan
Pekerjaan ini meliputi pengadaan tenaga kerja, bahan-bahan dan peralatan yang dipergunakan untuk melaksanakan pembuatan dan pemasangan pekerjaan curtain wall, pada seluruh bangunan seperti yang ditunjukkan dalam gambar rencana / tender dan berdasarkan spesifikasi yang ada.

15.2. Hal- hal yang Berhubungan
Komponen-komponen lain seperti window stool, curtain box, kaca, dll.

15.3. Pengendalian Pekerjaan
1 Semua pekerjaan harus dikerjakan berdasarkan pada Standar International, seperti :
a. American Architectural Manufacturers Association (AAMA)
- AAMA 101 = Spesifikasi untuk jendela dan pintu aluminium.
b. American Society for Testing and Materials (ASTM)
- ASTM E-283 = Metode pengujian kebocoran udara untuk jendela dan curtain wall.
- ASTM E-330 = Metode pengujian struktural untuk jendela dan curtain wall.
- ASTM E-331 = Metode pengujian kebocoran air untuk jendela dan curtain wall.
c. Japanese Industrial Standard (JIS)
- JIS H-4100 = Spesifikasi komposisi aluminium extrusi
- JIS H-8602 = Spesifikasi pelapisan anodise untuk aluminium
2 Aplikator aluminium harus menyerahkan shop drawing kepada Pemberi Tugas untuk mendapat persetujuan mengenai pemakaian material dan sistem pemasangannya.
3 Aplikator harus menyerahkan 3 (tiga) set contoh semua bahan yang akan dipakai untuk mendapat persetujuan dari Pemberi Tugas.

15.4. Deskripsi Sistem
A. Kriteria Perencanaan
1 Faktor pengaman kecuali disebutkan lain, bagian-bagian aluminium termasuk ketahanan kaca, memenuhi faktor keamanan tidak kurang dari 1,5 x maksimum tekanan angin yang disyaratkan.
2 Modifikasi dapat memungkinkan tanpa merubah profil atau merubah penampilan, kekuatan atau ketahanan dari material dan harus tetap memenuhi kriteria perencanaan.
3 Pergerakan karena temperatur akibat pemuaian dari material yang berhubungan tidak boleh menimbulkan suara manapun terjadi patahan atau sambungan yang terbuka, kaca pecah, sealant yang tidak merekat dan hal-hal lain. Sambungan kedap air harus mampu menampung pergerakan ini.
4 Tekanan angin tekanan angin rencana (design wind load) ditentukan oleh perletakan, bentuk dan ketinggian bangunan, dengan faktor keamanan sebagai berikut:
a. Tekanan angin positif (P+) = 1,0 x
b. Tekanan angin negatif (P-) = 1,5 x
5 Persyaratan struktur
a. Defleksi
- AAMA = Defleksi yang diijinkan maksimum L/175 atau 2 cm.
b. Beban hidup pada bagian-bagian yang menerima beban hidup terutama pada waktu perawatan, seperti : meja(stool) dan cladding diharuskan disediakan penguat dan angkur.
6 Kebocoran Udara
ASTM E-283 = Kebocoran udara tidak melebihi 2,06 m3/hr setiap m' unit panjang penampang bidang bukaan pada tekanan 75 Pa.
7 Kebocoran Air
ASTM E-331 = Tidak terlihat kebocoran air masuk ke dalam interior bangunan sampai tekanan 137 Pa dalam jangka waktu 15 menit, dengan jumlah air minimum 3,4 L/m2/min.
B. Material
1 Billet
Billet yang digunakan dari billet utama (primery) dengan standar A- 6063 S-T5 dengan komposisi material sebagai berikut:
- Mg : 0,45 - 0,90 %
- Si : 0,20 - 0,60 %
Ti : 0,10 % max
Mn : 0,10 % max
Zn : 0,10 % max
Fe : 0,35 % max
Cu : 0,10 % max
Cr : 0,10 % max
Aluminium : sisanya
2 Kaca
- Type kaca = Sunergy glass
- Warna = warna ditentukan kemudian
- Tebal kaca = Sesuai gambar tender atau BQ
- Produsen kaca = Asahimas

3 Back - up material
- Bahan = Polyurethane Foam
- Sifat Material = Tidak menyerap air
- Kepadatan = 65-96 kg/m3
- Ukuran Penampang = 25%-50% lebih besar dari celah yang ada

4 Gasket
- Nomor Produk = 9K-20216, 9K-20219
- Bahan = EPDM
- Sifat Material = Tahan terhadap perubahan cuaca

5 Setting block untuk kaca
- Nomor Produk = 9K-20306
- Bahan = EPDM
- Kekerasan = 80-90 Durometer
- Sifat Material = tidak menyerap air

6 Sealant dinding (tembok)
- Bahan = Single Komponen
- Type = Silicone Sealant

7 Sealant glass
Bahan : Silicone Weather Seal : Silicone Structural Glass

8 Screw
Nomor Induk = K-6612A, CP-4008 dan lain-lain - Bahan = Stainless steel (SUS)
C. Profile Aluminium yang Digunakan
1 Produsen = YKK AP INDONESIA / setara
2 Type produk = BACK MULLION CURTAIN WALL (STICKSYSTEM)

D. Pelapisan Pewarnaan Aluminium
- Tipe Finishing = ANODISE PLUS (Anodise dengan lapisan pelindung)
- Tebal Anodise = 18 Micron (Minimal)
- Warna = Silver (YSIC)
E. Gambar Kerja (Shop Drawing)
Gambar kerja (Shop Drawing) harus lengkap dan terperinci yang menjelaskan :
a. Tipe dan tampak curtain wall
b. Detail sambungan
c. Detail pemasangan
d. Detail pertemuan aluminium dengan komponen-komponen lain yang berhubungan
e. Kelengkapan ukuran-ukuran

F. Fabrikasi dan Assembling
1 Semua curtain wall difabrikasi di pabrik dan dikirim ke lapangan (site) dalam bentuk finished goods.
2 Proses fabrikasi dan perakitan dikerjakan dengan mesin sehingga rapi, kokoh dan dengan bentuk sambungan yang sesuai standar toleransi. Untuk sambungan yang tahan air harus diberi Butyl Sealer.

G. Pengiriman dan Penyimpanan di site
1 Semua profile dilapisi PVC atau polythilene film.
2 Pengiriman barang-barang harus hati-hati dan tidak boleh terjadi kerusakan.
3 Curtain wall yang dikirim ke lapangan harus ada tanda bukti sudah diperiksa kwalitasnya oleh QC.

H. Pemasangan Pada Struktur Bangunan
1 Semua unit aluminium harus terpasang dengan hubungan siku-siku, tegak lurus, dan mengikuti patokan (bench mark) dari Kontraktor.
2 Semua pengerjaan harus dilaksanakan oleh tukang-tukang yang terbaik.
3 Curtain wall yang sudah terpasang harus selalu dalam keadaan terproteksi dengan plastik pelindung agar tidak tergores maupun cacat dan kotor.
4 Material yang sudah terpasang agar selalu dijaga dan dilindungi agar tetap dalam kondisi baik sampai penyerahan ke Pemberi Tugas / Kerja.

2 komentar:

afret nobel mengatakan...

Panjang banget, tapi kurang rapi formatnya. Rapiin dong! hehehe

www.laporantekniksipil.wordpress.com

Anonim mengatakan...

[url=http://www.ukgamingstore.co.uk/]gaming pc[/url]

[url=http://www.ukgamingstore.co.uk/intel-core-i5-gaming-computers]core i5 gaming pc uk[/url]

[url=http://www.ukgamingstore.co.uk/intel-core-i5-gaming-laptops]core i5 gaming laptop uk[/url]

[url=http://www.ukgamingstore.co.uk/gaming-mouse-pads]gaming mouse pads uk[/url]